Rabu, 21 Oktober 2015

Kurma dan Manfaatnya

Print Friendly and PDF

Siapa sih yang nggak tahu buah kurma, yang selalu ngehits dikala menjelang dan masa bulan Ramadhan. Dan kita pun biasanya menikmati kurma tersebut hanya di bulan Ramadhan saja untuk berbuka puasa. Hal tersebut dikarenakan kurma identik dengan Ramadhan lain halnya dengan Negara Timur Tengah yang hampir setiap hari mengkonsumsinya. Bahkan Kurma diangkat tinggi oleh Rasulullah karena mempunyai nilai kandungan makanan yang tinggi.
Hal tersebut dikuatkan karena kurma telah disebutkan dalam Al-Qur’an 20 kali.
QS.Maryam:23,25-26, QS. Ar-Rahman:11, 68,QS. Al-Qaf:10, QS.Yaasin:34,67, QS.Ar-Ra’du :4, QS.Al-Baqrah :266, QS.Al-An’am :99, 141, QS.An-Nahl :11, 67
QS.Al Isra:91, QS.Al-Kahf :32, QS.At-Thaha:71, QS.Al-Mu’minun :19, QS.Qama:20
QS.Al-Haaqah:7, QS.‘Abasa:29 (silahkan dikaji sendiri,hehehe….capek ngetiknya)
dan beberapa hadist riwayat mengenai kurma
Rasulullah s.a.w. :  “Rumah yang tiada kurma nescaya penghuninya kelaparan
Daripada Abu Musa r.a. katanya:  “Anakku lahir, lalu aku membawanya kepada Nabi s.a.w. lalu baginda menamakannya dengan nama Ibrahim dan meletakkan pada lelangitnya dengan buah kurma
Saidina Ali r.a. meriwayatkan  “Barang siapa yang memakan 7 butir tamar setiap hari, ia akan membunuh semua kuman di dalam badannya
Daripada Abdullah bin Jaafar r.a katanya:  “Aku pernah melihat Rasulullah s.a.w memakan mentimun Arab dengan buah kurma masak
Hadis Saad r.a: Rasulullah s.a.w pernah bersabda:  “Siapa yang memakan tujuh biji kurma di antara La Bataiha (dua tanah tidak berpasir di Madinah) pada waktu pagi, maka racun tidak akan dapat memudaratkannya sampai petang
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang bermaksud :  “Diceritakan oleh Jumaah bin Abdullah yang disampaikan oleh Marwan yang mendapat berita daripada Ibnu Hashim bahawa Amir bin Saad mendengar bapanya meriwayatkan Rasulullah s.a.w. bersabda :  “Sesiapa yang memakan 7 biji tamar ‘Ajwah’ dia akan terkawal daripada kejutan syaitan dan sihir pada hari itu
Daripada Anas bermaksud : “Rasulullah s.a.w. berbuka puasa dengan beberapa biji buah kurma sebelum sembahyang. Sekiranya tiada terpadat kurma, maka Rasulullah s.a.w. akan berbuka dengan beberapa biji anggur. Sekiranya tiada anggur, maka Baginda meminum beberapa teguk air” (Hadis riwayat Ahmad)
Riwayat daripada Muhammad b. Ali al Husayn bermaksud :  ”Kurma Ajwa adalah daripada syurga dan daripadanya ia menjauhkan racun (Al-Samm)
Diriwayatkan pula oleh Amirulmukminin Ali bin Abi Talib:  ”Barang siapa yang memakan kurma Ajwa tujuh kali sebelum tidur, ia akan menghapuskan penyakit atau keracunan (Al-Dud ) di dalam tubuhnya
Riwayat tentang kurma daripada Ahlul Bait Rasullallah s.a.w pula, berkata Imam Ali as yang berbunyi; Jibrail as datang kepada Nabi s.a.w dan berkata,  ”Bergantunglah pada Al-Barni karena ia adalah jenis kurma yang terbaik. Ia membawa manusia terhindar dari api neraka
Rasullallah s.a.w pula bersabda,  ”makanlah kurma sebelum sarapan untuk ia membunuh cacing di dalam perut
Diriwayatkan daripada Abdullah bin Jaafar katanya:  “Aku melihat Rasulullah S.A.W memakan buah-buahan dengan kurma masak
Hadis Rasulullah s.a.w. :  “Berilah makan buah kurma kepada isteri-isteri kamu yang hamil, kerana sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, nescaya anak yang bakal dilahirkan itu, menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas pemikirannya
Nah, inilah kandungan dan nutrisi kurma
Selain dimakan begitu saja kurma juga bisa dikombinasi dengan mentimun, dari Aisyah bahwasanya, “Rasulullah sering makan mentimun dicampur dengan kurma basah.” (Riwayat Tirmidzi).
Kurma yang dikombinasi dengan mentimun juga bisa dijadikan obat penggemuk badan loh (pola makan juga harus terjaga yah biar hasilnya maksimal)
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Aisyah Radhiyallahu ‘anha ketika hendak dipertemukan dengan Rasulullah, rutin mengkonsumsi mentimun dan kurma basah untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Maklum, ketika itu tubuhnya kecil dan kurus.
Aisyah berkata, “Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak mempertemukan aku dengan Rasulullah, dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku memakan timun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal.” (Riwayat Ibnu Majah).
Saya sendiri sedang terapi kurma combine mentimun dan Alhamdulillah memang benar bisa menaikkan berat badan. Sudah hampir 1bulan ini saya mengkonsumsi kurma (yang saya konsumsi adalah kurma ajwa/kurma nabi) dengan mentimun. Berhubung saya tidak suka dalam bentuk jus jadi saya makan biasa aja.
Perubahan yang saya alami ketika terapi kurma combine mentimun adalah nafsu makan meningkat tapi tidak membuat maag kambuh. Bisa nahan pas nggak ada cemilan. Merupakan sesuatu banget bagi saya dengan makan nasi 3x sehari dan sarapan nasi di bawah jam 7 dan makan siang masih bisa makan nasi bahkan makan malampun masih bisa nasi.
KHASIAT  BUAH KURMA
  1. Manfaat Kurma bagi kesehatan saluran pencernaan
  2. Menfaat Kurma Bagi kesehatan tulang
  3. Manfaat Kurma untuk mengatasi Anemia
  4. Manfaat kurma untuk mengatasi Alergi
  5. Manfaat Kurma untuk menaikkan berat badan
  6. Manfaat kurma dalam meningkatkan energi tubuh

  • Kurma merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Besi adalah komponen darihemoglobin di dalam sel darah merah yang menentukan daya dukung oksigen darah.
     7. Manfaat kurma bagi kesehatan system syaraf
     8. Manfaat kurma bagi kesehatan jantung
     9. Manfaat kurma bagi kesehatan system reproduksi
     10.Manfaat kurma bagi kesehatan mata
  • Kurma adalah sumber vitamin A, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan sangat penting untuk kesehatan mata. Vitamin A juga diperlukan menjaga kulit tetap sehat. Konsumsi buah-buahan alami yang kaya akan vitamin A  diketahui membantumelindungi dari kanker paru-paru dan rongga mulut.
      11. Manfaat buah kurma dalam mengatasi mabuk
      12. Manfaat kurma dalam mengatasi kanker abdomen
  • Kandungan serat kurma juga membantu melindungi selaput lendir usus denganmengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
Kurma ajwa atau yang lebih sering dikenal dengan kurma nabi merupakan kurma yang paling disukai Rasulullah sehingga kurma ini lebih mahal dibandingkan dengan jenis kurma lainnya. Ajwa sendiri sebenarnya adalah nama anak seorang nasrani Salamah Alfarisi yang akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ajwa dengan ikhlas mewaqafkan lahan kurma yang dimilikinya untuk mendukung perjuangan Islam. Guna mengenang budi baiknya, pada akhirnya Nabi Muhammad SAW. menamai kurma yang beliau makan saat berbuka dengan nama Ajwa



Mengenai keistimewaan kurma Ajwa sendiri karena ada beberapa riwayat hadist mengenai kurma Ajwa.
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, diriwayatkan hadits dari Shahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda.

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir [1]

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullaah menukilkan perkataan Imam Al-Khathabi tentang keistimewaan kurma Ajwah : “Kurma Ajwah bermanfaat untuk mencegah racun dan sihir dikarenakan do’a keberkahan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri” [2]

Hadits ini mempunyai banyak sekali kandungan faedahnya, sebagaimana yang dituturkan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah dalam kitabnya ‘Ath-Thibb An-Nabawi’ [3] : “Al-Maf’uud adalah sakit yang menyerang bagian liver (hati)[4]”. Dan kurma memiliki khasiat yang menakjubkan untuk menyembuhkan penyakit ini (dengan izin Allah), terutama sekali kurma dari Madinah, khususnya jenis Ajwah. (Pembatasan pada) jumlah tujuh itu juga mengandung khasiat yang hanya diketahui
rahasianyaolehAllah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
اَلْعَجْوَةُمِنَالْجَنَّةِ،وَهِيَشِفَاءٌمِنَالسُّمِّ
Kurma Ajwah itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun [4]

Imam Ibnul Qayyim memberikan komentar terhadap hadits tersebut,
Yang dimaksud dengan kurma Ajwah disini adalah kurma Ajwah Al-Madinah, yakni salah satu jenis kurma di kota itu, dikenal sebagai kurma Hijaz yang terbaik dari seluruh jenisnya. Betuknya amat bagus, padat, agak keras dan kuat, namun termasuk kurma yang  Paling lezat, paling harum dan paling empuk”[5]
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِنَّ فِي  عَجْوَةِ  الْعَالِيَةِ شِفَاءً،  اَوْإنَّهَا  تِرْيَاقٌ،  أَوَّلَ  الْبُكْرَةِ
Sesungguhnya dalam kurma Ajwah yang berasal dari Aliyah arah kota Madinah di dataran tinggi dekat Nejed itu mengandung obat penawar atau ia merupakan obat penawar, dan ia merupakan obat penawar racun apabila dikonsumsi pada pagi hari” [6]

Itulah mengenai keutamaan kurma berdasarkan al qur’an dan hadist. Yuuk mulai sekarang membiasakan ngemil kurma J selain untuk kesehatan kita juga mendapatkan pahala karna Rasulullah sendiri menyunahkannya. Subhanallah….


Referensi :
http://www.akuinginsukses.com/14-manfaat-kurma-yang-menakjubkan/
http://www.hidayatullah.com/iptekes/rahasia-dibalik-sunnah/read/2014/11/21/33601/tahukah-anda-mentimun-obatnya-aisyah-dan-pembentuk-tubuh-ideal.html
https://saputra51.wordpress.com/2012/01/19/kurma-dan-kelebihannya/

Sabtu, 17 Oktober 2015

Sakaratul Maut Pemuda Berbakti

Print Friendly and PDF
Ini adalah kisah sakaratul maut yang begitu berkesan dari seorang pemuda yang begitu berbakti pada orang tuanya. Ketika dia dipanggil oleh bidadari surga menjelang kematiannya, dia masih meminta izin pada ibunya. Bagaimana baktinya yang luar biasa?
Sebuah kisah yang menggugah hati setiap insan beriman, tentang balasan yang indah bagi seorang anak yang berbakti kepada ibunya. Membuat iri siapa pun yang mendengarnya. Bergetarlah hati setiap orang beriman yang menyaksikannya. Dalam salah satu khutbahnya, Syaikh Muhammad Hassan menceritakan tentang keajaiban yang dialami seorang pemuda saat detik-detik sakaratul maut menjemputnya. Tidak asing lagi bagi siapa pun yang mengenalnya bahwa ia adalah potret pemuda masa kini yang amat cinta dan berbakti kepada ibunya. Di antara keajaiban yang sampai kepadaku pada Ramadhan kali ini adalah kisah tentang seorang anak muda di antara anak-anak muda kita. Sesosok pemuda yang sangat berbakti kepada ibunya terbaring di atas kasur kematian pada usia keemasannya, yang usianya belum genap tiga puluh tahun. Dalam kegentingan akhir hayatnya itu, tatkala detik-detik sakaratul maut menjemputnya, orang-orang yang ada disekelilingnya terheran-heran saat mendengar ia mengucapkan kalimat-kalimat yang sangat menakjubkan.
Sungguh sangat menakjubkan!
 “Tidak.. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa.. Aku harus izin dulu kepada ibuku.”
Masih saja Pemuda tersebut mengulang-ulang kalimat yang sama. Hingga membuat mereka yang menyaksikan fenomena itu bergegas memanggil ibunya, yang sedari awal menyendiri dalam kamarnya, menangis, lantaran tak kuasa melihat sang buah hati menghadapi sakaratul maut. Tidak lain karena sang buah hati adalah sosok suri tauladan yang amat berbakti kepada ibunya. Mereka pun mengabarkan apa yang sedang terjadi pada anaknya.
“Lihatlah anakmu, dia terus-menerus mengucapkan kalimat-kalimat yang aneh!“
Mendengar hal itu, sontak sang ibu yang cemas berlari menuju kamar anaknya. Didapatinya dahi sang anak mulai mengeluarkan buliran-buliran keringat bak mutiara. Dan ini adalah sebagian di antara tanda-tanda husnul khotimah -semoga Allah Ta’ala mewafatkan kita dalam keadaan beriman. Dia mendengarkan sendiri kalimat yang terus diulang-ulang oleh buah hatinya.
“Tidak.. Aku tidak bisa. .Aku tidak bisa.. Aku harus izin dulu kepada ibuku.”
Segera ia dekati buah hatinya.  Dan Subhanallah, Ibunya segera bertanya kepada anak kesayangannya,
“Wahai fulan, ini aku, ibumu. Wahai fulan, aku ibumu, Nak. Aku ibumu, anakku. Dengan siapa kau bicara?”
Ketika ajal yang kian dekat, di saat waktu yang demikian singkat itu, akhirnya sang Pemuda shalih ini menceritakan peristiwa paling berkesan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya selama hidupnya. Dia pun menoleh kepada ibunya seraya berkata,
“Wahai ibuku, seorang Gadis sangat cantik jelita, Ibu. Belum pernah aku melihat gadis secantik itu. Ia datang kemari. Sungguh aku melihatnya persis di hadapanku. Ia datang melamarku untuk dirinya,"
"Ibu. Aku bilang kepadanya, tidak. Aku tidak bisa sampai aku minta izin dulu kepada ibuku.”
Maka sang ibu pun langsung menimpali,
“Aku izinkan, anakku. Sungguh, dia adalah hurriyatun (bidadari) dari surga untukmu. Aku sudah izinkan, Nak.“
Sedemikian tinggi inikah derajatmu wahai Pemuda? Hingga istrimu (di surga) datang kepadamu membawa kabar gembira, sementara dirimu masih ada di dunia?

Janganlah kalian kaget. Tidak perlu kalian semua heran, karena dalam kondisi seperti ini, seorang Mukmin akan diperlihatkan tempat tinggalnya di surga atau di neraka.
Ia akan melihat tempatnya di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan ia akan melihat para Malaikat-Nya. Ia benar-benar melihat Malaikat dengan mata kepalanya.  Ia pun akan mendengar sebuah Basyirah (kabar gembira).
“Allah akan meneguhkan orang-orang beriman dengan kalimat tsabit (La ilaha Illa Allah) dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dan Allah akan menyesatkan orang-orang yang dzalim.  Allah melakukan apa saja yang Ia kehendaki.” (QS. Ibrahim : 27)
Dan Maha Benar Allah Ta’ala yang berfirman ( yang artinya ) :
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka beristiqomah dengannya, maka para malaikat akan turun kepadanya seraya berkata,
“Janganlah kalian takut.”
Atau tatkala mereka keluar dari alam kubur, sebagaimana pendapat yang lain dari para ulama tafsir.
“Jangan lah kalian takut, dan jangan pula bersedih. Berbahagia lah kalian dengan surga yang telah dijanjikan untuk kalian.” (QS. Fushilat: 30)


Diterjemahkan dengan sedikit penyesuaian dari
khutbah Syaikh Muhammad Hassan dalam video ;
1 Shafar 1436 H

Madinah, Saudi Arabia

SYAIKH AL UTSAIMIN ☆☆☆

Print Friendly and PDF
Syaikh Dr. Khalid Al Mushlih
Beliau bercerita sendiri dalam muhadharah beliau, ketika beliau masih berstatus mahasiswa di al-Qashim, beliau mendatangi Majelis Syaikh al-'Utsaimin. Setelahnya dari Majelis tersebut, Beliau menghampiri Syaikh 'Utsaimin yang hendak pulang ke rumah, karena Syaikh 'Utsaimin selalu berjalan kaki dari rumah ke tempat kajian begitu pula sebaliknya. Ditengah jalan pemuda itu nekat memberanikan diri untuk bertanya, "Syaikh apakah antum mempunyai anak perempuan?"
Ketika mendengar pertanyaan pemuda tersebut, syaikh 'Utsaimin berubah mimik mukanya dan bertanya, "Ada apa akhi?"
Pemuda itu menjawab, "kalau ada, ana berniat meminangnya, bolehkah ana meminangnya?"
Lalu apa yang dilakukan Syaikh Utsaimin?
Apakah Beliau bertanya:
"Usaha bapak kamu apa? 
"Kamu sudah hafal berapa hadits?"
"Sebelumnya kamu lulusan apa?"
"Gaji kamu berapa?"
"Tabungan  kamu berapa?"
Bahkan Syaikh 'Utsaimin tidak memberikan sebuah pertanyaanpun kepada pemuda ini, Syaikh 'Utsaimin hanya berkata,
"Tunggulah kabar dariku, In syaa Allah akan aku telepon"
Lalu dalam hari-hari penantian kabar tersebut, pemuda ini mengalami kegelisahan juga, satu hari berlalu, dua hari berlalu, hingga sepekan berlalu, beliau bertanya dalam hati,
"Apakah Syaikh lupa ya, perlukah saya mengingatkannya?"
Namun pemuda ini teringat perkataan Syaikh yang menyuruhnya menunggu. Hingga akhirnya sebulan setelah peristiwa itu ada telepon yang dialamatkan ke asrama, namun kebetulan pemuda ini sedang kuliah.  Akhirnya dari pihak asrama menyampaikan ke pemuda tersebut bahwa beliau dicari oleh Syaikh 'Utsaimin.  Dalam hati dia bertanya
"Kenapa ya Syaikh 'Utsaimin mencariku?",

Karena ternyata pemuda ini sudah agak pesimis dan bahkan agak  terlupakan.
Ketika beliau menelepon Syaikh 'Utsaimin, pemuda tersebut bertanya, "Ada apa, Syaikh?"
 "Ana ingin melanjutkan pembicaraan kita waktu itu, Akhi?"  jawab Syaikh 'Utsaimin
 "Pembicaraan yang mana, Syaikh?" tanya pemuda tersebut dengan bingung.
Beliau menjawab, "Pembicaraan ketika akhi menyusul ana di jalan, akhi silahkan kamu lanjutkan prosesnya".
Pemuda itupun terkejut, ternyata Syaikh 'Utsaimin masih mengingatnya dan beliaupun akhirnya membalas pernyataan Syaikh 'Utsaimin dengan terbata-bata, "Syaikh, perkenankan ana mengabari orang tua ana terlebih dahulu untuk kelanjutannya"
Jadi Syaikh Utsman berkata "Silahkan akhi, ana tunggu kedatangan kalian."
Karena ternyata pemuda yang bermodal nekat ini juga belum memberitahukan orangtuanya kalau beliau hendak melamar anak Syaikh 'Utsaimin.
Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan Syaikh 'Utsaimin selama satu bulan tersebut?
Inilah adab 'ulama yang harus dicontoh oleh wali seorang anak perempuan. Syaikh 'Utsaimin ternyata menyelidiki sendiri tentang pemuda ini dari pergaulannya, bagaimana dimata teman-temannya, dimata gurunya, bagaimana keseriusan dalam belajarnya, prestasinya di kampus, latar belakang keluarganya.
Semua info tersebut beliau cari sendiri. Bukannya langsung ditanyakan kepada pemuda itu di tempat itu dan saat itu juga.  Dan akhirnya setelah mengetahui dengan jelas, dan bermusyawarah dengan keluarga barulah beliau memutuskan.  Pemuda ini adalah Syaikh Dr. Khalid Al Mushlih
"Masya Allah (ماشاءالله)"  Sikap Syaikh 'Utsaimin sangat patut untuk diteladani oleh para ayahanda ataupun para wali yang memiliki anak gadis/saudari yang sudah siap untuk menikah.
#Diambil dari Hikmah dan Kisah Salaf



Kamis, 11 Juni 2015

Sahabat Sejati, Salman Al Farisi dan Abu Darda'

Print Friendly and PDF
Ketika aku sedang melepaskan lelah sesaat di teras masjid hingga menunggu adzan dhuhur berkumandang. Datanglah beberapa mahasiswi (genggong gitu dah…) dan duduk disebelahku. Mereka tengah asyik berbincang-bincang mengenai gebetan cowok salah satu sahabatnya itu. Dan secara sengaja salah satu diantara mereka membuka gallery foto di Smartphone si empunya gebetan (hehehe…SMP banget dah mereka#ngakak). Si empunya langsung ngambek dan tidak memberitahukan yang mana gebetan yang ia bangga-banggakan tadi, sekalinya ngasih tau mereka disuruh janji telebih dahulu agar tidak suka ama dia karena takut ditikung oleh sahabat-sahabatnya itu. (OMG….separah itukah mereka, sebenarnya mereka itu bersahabat apa berteman sih…bener- bener SMP dah mereka.heheh#bathinku)
Memang ada juga sih ketika kita bersahabat dan sahabat kita itu berusaha mengkhianati kita dan ada juga sahabat kita marah ketika dia menyukai seseorang tapi orang tersebut malah menyukai sahabat kita sendiri yang akhirnya terjadi perang dingin diantara persahabatan. Seketika aku langsung teringat kisah sahabat Rasulullah yaitu Abu Darda’ dan Salman Al farisi.
Salman Al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengsulkan pengalian parit di sekelilimh kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.
Salman Al farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi sahalihah juga telah mengambil tempat dihatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan cinta dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.
Tapi bagaimanapun ia merasa asing disini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahsa, dan rupa-rupa belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara unutknya dalam khitbah, pelamaran. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada sahabat Anshar yang telah dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.
“Subhanallah…wal hamdulillah….”girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringlah kedua sahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shaliha lagi bertaqwa.
 “Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah SAW, sampai-sampai beliau menyebutkan sebagai ahli bait-nya. Saya datang unutk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda unutk dipersuntingnya, “fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat bani Najjar yang paling murni.
“Adalah kehormatan bagi kami,” ucap tuan rumah
“menerima Anda berdua, sahabat Rasulullah yang mulia.”
Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini menantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”
Abu Darda’ dan Salman menunggu dengan berdebar-debar hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang dengan puterinya.
“MAafkan kami atas keterusterangan ini,” kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang mewakili puterinya.
“Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridho Allah saya menjawab bahwa putri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian memiliki urusan yang sama, maka putri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Keterusterangan yang diluar perkiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang putri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasan bercampur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.
Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini.
“Allahu Akbar!” seru Salman,” Semua mahar dan nafkah yang kupersipakan ini akan aku serahkah pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al farisi. Ia begitu paham bahwa cinta, betapapun besarnya kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum ijab qobul diikrarkan, tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan. Ia juga sangat paham akan arti persahabatn sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh rasulullah SAW dengannya. BUkanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagian saudaranya. Buaknlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.
“Tidaklah seorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk  saudaranya yang ia cintai untuk dirinya.” (H.R Bukhari).
Itulah sahabat yang seusngguhnya, dimana keikhlasan selalu ada untuk yang terbaik. Bukan amarah yang ditunjukkan. Masya Allah…..semoga kita senantiasa mampu meneladani beliau.
Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu ada dalam hidup kita
Mengalir dalam aliran darah kita
Salju dalam hati dikala amarah
Kaya akan keikhlasan
Bukanlah membenarkan melainkan pembenaran
Disaat memang kita salah
Sahabat….
Bagaikan udara yang terus kita hirup
Selalu ada


Referensi:
Islam Itu Indah oleh Ustadzah Oki Setiana Dewi
Kisah Salaf Muslim

Senin, 25 Mei 2015

Istikharah Itu Penting!!!

Print Friendly and PDF
Allah mempunyai rencana lain ketika kita dihadirkan seseorang yang akan mengisi kehidupan kita dan kemudian dipisahkan seketika tanpa keinginan kita. Ketika Allah menghadirkan dia yang tanpa kita minta dan harap, datang begitu saja karena-Nya dan berjalan seperti air jernih yang mengalir. Mewarnai dunia kita, yang dari hampa akan sepi menjadi ramai penuh keceriaan. Hingga kita sempat terlena karena semua itu dan lupa kalau itu semua hanyalah sebuah titipan Allah semata . Disaat keterlenaan kita, Allah berusaha menjauhkan kita bahkan memisahkan hingga tiada yang tahu berapa lama, mungkin selamanya berpisah dengan dia. Ketika kita sedang dijauhkan yang terindah dalam kenangan adalah sebuah nasehat. Nasehat yang sempat teracuhkan namun kita baru sadar kalau itulah sebenarnya yang Allah tanamkan pada kita. Agar kita mampu bersabar, ikhlas terhadap ketetapan-Nya. Dan membuat kita menjadi pribadi yang dewasa, tegar dan lebih baik dari sebelumnya. Kita tidak akan pernah sadar seberapa penting dia untuk kita, tersadar ketika dia sudah dijarakkan lagi oleh Allah. Dan hanyalah keikhlasan yang akan menghapus semuanya. Mungkin dia belum yang terbaik untuk kita karena sebaik-baiknya pilihan adalah pilihan dari-Nya.

Ada sebuah kisah dari seorang  sahabatku dimana dia selalu melakukan istikharah dalam menentukan pilihan baik jodoh maupun pekerjaan.
Sebut saja fulan. Ketika itu tiba-tiba salah seorang temannya mengajak dia untuk berta’aruf. Sungguh niatan baik darinya, namun yanti tidak langsung mengiyakan maupun menolaknya. Dia teringat akan nasehat sahabatnya,”memantapkan hati itu penting maka berisitikharalah”. Seketika itu juga dia melakukan istikharah selama beberapa hari agar diberi petunjuk oleh Allah SWT. Ketika merasa sudah mantap akan pilihannya, semakin diperkencang lagi istikharahnya agar yang di dapat adalah memang petunjuk-Nya bukan bisikan syaithan yang sesat. Dan memang yakin akan keputusannya tersebut maka tak lama dia langsung memberi keputusan terhadap ikhwan tersebut. Tidak baik juga terlalu lama yang nantinya dikira memberi harapan terhadap orang yang memang menaruh harap kepadanya. Dengan membaca Basmallah…dia menolak ikhwan itu secara sopan. Meski sang ikhwan agak sedikit kecewa dan berusaha untuk memberinya waktu agar lebih mempertimbangkan lagi keputusan itu. Tapi yanti tetap pada keputusannya itu.
Sudah lama juga yanti tidak berkomunkasi dengan teman-temannya. Ketika bbman dg salah seorang temannya, dia sempat menanyakan perihal ikhwan tersebut. Istighfar seketika itu juga ketika tahu bahwa ikhwan tersebut tengah menjalin hubungan dengan temannya juga. Dalam hatinya bergumam…”Apakah karena ini maka ketidakyakinan itu muncul.” Untuk mencari kebenarannya lagi, dia pun berkomunikasi dengan temannya lagi karena takutnya akan menjadi fitnah kalau hanya mendengar dari satu pihak saja. Dan belum pasti akan kebenarannya. Setelah ngobrol banyak dengan temannya dan menceritakan semuanya untuk memastikan kebenarannya itu. Ternyata Allah memang maha Adil. Semuanya itu benar, Astaghfirullahal’adzim….bagaimana mungkin seorang ikhwan bisa mengajak akhwat berta’aruf sedangkan dia sendiri tengah menjalin hubungan dengan yang lain dan hubungan mereka baik-baik saja….
Alhamdulillah Allah memang memberikan yang terbaik,karena Allah Maha Mengetahui dari apa yang tidak kita ketahui dan Allah Maha Adil. Benar juga apa nasehat sahabatnya itu,istikharah itu penting.


Ketika kita melibatkan Allah dalam suatu perkara,maka Insya Allah jawaban terbaik yang diberikan-Nya. Dalam islam sendiri untuk menentukan suatu pilihan difasilitasi dengan Istikharah. Memantapkan hati itu penting makanya kita harus berisitkharah.
Shalat Istikharah adalah Shalat Sunnat dua rakaat untuk memohon petunjuk kepada Allah, dalam hal menentukan pilihan dari dua perkara yang belum diketahui baik dan buruknya. Dalam sebuah Hadist dikatakan, Jabir bin Abdullah ra berkata : “ Rosulullah SAW mengajarkan kepada kami beristikharah pada segala macam urusan kami, seperti beliau mengajarkan kepada kami surat Al-Qur’an.”
Dan didalam Hadist yang lain Rosulullah SAW bersabda : “ Apabila seseorang diantara kamu berkeinginan melakukan sesuatu, hendaklah ia ruku’ dengan dua ruku’ (shalat dua rakaat) yang selain fardhu. Sesudah Shalat, kemudian membaca do’a.
“(kedua Hadist tersebut diatas terdapat dan dikutip dari buku Rahasia Shalat Sunnat oleh : Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari, halaman 58 – 59)
Ket : Yang dimaksud dalam Hadist ini dengan Ruku’ dengan dua Ruku’ ialah Shalat Istikharah dua raka’at.
Allah Ta’ala berfirman,
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Berikut do’a istikharah :
 “Ya Allah, Tuhanku, sesungguhnya aku mohon petunjuk kepada-Mu tentang mana yang baik buatku menurut ilmu-Mu. dan aku mohon diberi kekuatan dengan kekuatan-Mu dan dengan keagungan-Mu yang besar. Karena sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Kuasa, aku tidak berkuasa. Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui serta Engkaulah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa perkara ini baik bagiku dan agamaku dan dalam kehidupanku dan pada akibat tindakanku, maka tetapkanlah untukku kemudian berkahilah aku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa pekerjaan ini buruk bagiku dalam agamaku dan kehidupanku dan akibat tindakanku, maka palingkanlah yang jahat itu dari aku dan palingkanlah aku darinya. Dan tentukanlah bagiku kebajikan sekiranya ada. Kemudian ridhoilah aku dalam kebajikan itu. “ ( HR Bukhari ).

Masya Allah…indah benar bukan do’a tersebut. Memohon dengan mengagungkan-Nya dan dengan merendah karena kita memanglah lemah. Semoga senantiasa kita diberikan yang terbaik dari yang terbaik oleh Allah SWT karena hanya Allah yang Maha Mengetahui dan tahu apa yang dibutuhkan kita.

^ _ *

Miladan

Print Friendly and PDF

Yaa habiibatii miladan sa’idan….barakallahu fii ‘umrik. Do’a sederhana namun kado yang amat berharga. Akhir dari semua yang menjadi berlalu dan menjadi awal nutk memulai kehidupan kembali. Dimana kontrak hidup kita di fana ini berkurang dan usia semakin bertambah. Awali langkah permulaan dengan kebaikan untuk menuju akhir yang semakin lebih baik. Sepertinya halnya evolusi, perlu waktu kurang lebih 8 tahun. Begitu juga dengan kepribadian hati kita. Kali ini, di usiaku yang ke-27 tahun tak banyak resolusi yang aku cetak biru dalam hati namun ada beberapa yang memang tlah aku cetak biru khususnya berhijrah kaffah dan terus beusaha agar bisa menjadi kekasih-Nya.

Yaa Rabb…
Bertambahnya usiaku ini yang berarti semakin berkurang kontrak hidupku
Jadikanlah aku sebagai hamba-Mu
Yang banyak bersyukur akan nikmat-Mu
Jadikanlah hamba-Mu ini
Agar bisa menjadi kekasih-Mu
Jagalah hamba-Mu ini
Dari segala prasangka, lisan yang menyakiti
Dan sikap yang buruk
Mudahkanlah hamba-Mu ini
Untuk dapat meraih hidayah-Mu
Mendapatkan keridhoan-Mu
Allahumma amin yaa Allah
Yaa rabbal ‘alamin


Jumat, 22 Mei 2015

Hijab I'm in Love

Print Friendly and PDF
 Ketika aku sudah memantapkan diri untuk berhijrah secara kafah yang perlahan dan bertahap maka itu akan menjadi prioritas utamaku. Terkadang aku merasa jenuh juga mengenai rezeki yang hingga saat ini aku masih belum mendapatkan pekerjaan. Penolakan pernah berapa kali aku lakukan karena adanya pendiskriminasian terhadap perempuan yang berhijab terlebih secara syar’i. memang sih kalo untuk receptionist ya fardhu ‘ain untuk good looking. Namun sangat disayangkan yang tidak membolehkan berhijab untuk posisi tersebut, bukankah keramahan dalam berkomunikasi juga merupakan hal yang utama sebagai receptionist?? Dan memang belum rezeki karena aku tetap mempertahankan jilbabku ini yang perlahan mulai aku sederhanakan. Aku jadi teringat kisah teladan ustadzah Oki Setiana Dewi tentang Marwah as-Syarbini, wanita muslim yang terbunuh karena mengenakan jilbab.
Marwah as-Syarbini, seorang ibu yang mempunyai seorang anak,sedang mengandungkan tiga bulan, mati akibat ditikam 18 kali oleh seorang pemuda jerman keturunan Rusia yang anti islam dan anti muslim. Marwah ditikam di ruang mahkamah kota Dresden,Jerman sebelum memberi keterangan keatas kesnya. Ia mengadu tentang seorang pemuda jerman Alex W yang kerap menyebutnya “terroris” hanya disebabkan beliau berjilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwah dan berusaha melepaskan jilbab Muslimah berasal dari Mesir itu. Marwah memenangkan persidangan tersebut atas dasar Hak Asasi Manusia dan atas kekalahan Alex tersebut  disaat berada di mahkamah itulah, Alex kembali menyerang Marwah, kali ini ia menikam Marwah berkali-kali hingga Marwah meninggal. Suami Marwah yang berusaha melindungi isterinya, terkena tembakan pihak berkuasa yang berdalih tidak sengaja menembah suami Marwah yang kini berada dalam keadaan kritikal di hospital Dresden. Ribuan penduduk mesir menghantar jenazah Marwah ke tempat pengkebumiaanya. Beliau tidak sepopular artis tersohor dunia , tetapi pastinya beliau tersohor di kalangan penduduk langit kerana mempertahankan harga diri, maruah dan agamanya melalui tudungnya.
Maka dari itu aku ikhlaskan untuk tidak mengambil pekerjaan tadi dan aku yakin Allah pasti akan menggantikan yang lebih baik khususnya agamaku. Setelah hampir satu bulan aku mengapply cv kemana-kemana dengan memprioritaskan yang memperbolehkan berhijab dan Alhamdulillah kemarin diterima. Hari pertama training dan sekarang pun juga seharusnya training tapi lagi-lagi aku tidak memiliki kenyamanan di islamku. Akhirnya yang tadinya mau ke kantor aku jadinya ke perpustakaan UI. Heheh 

Kemarin saat training pertama yang membuat ketidaknyamanan dalam agamaku adalah trainer tersebut dimana dia masih muda 23tahun, pria tapi koq ya cowometroseksual gitu yah….Very good looking sampai-sampai tuh bibir warnanya ngalahin lipstick kita loh. Hahaha…Disitu aku membathin,nggak bermaksud su’udzon atau merasa paling bagus akhlaqnya tapi sudah pasti perusahaan ini kurang bertoleransi di agama. Disesi training tema jam kerja, dia juga menceritakan kalau disini setiap sabtu sering mengadakan futsal(wajarlah) terus yang bikin aku sempet shock yaitu adanya karaokean free berikut aneka minumannya (udah ketebak dah apa aja tuh aneka minumannya) setiap malam sabtu sampe larut. Astaghfirullah…dalam hatiku sebanyak-banyaknya. Udah nggak ada timur-timurnya dah tuh Perusahaan. Untuk bercandaan di tengah materi juga sungguh kurang sopan menurut aku yang mungkin bagi mereka itu adalah hal yang biasa. Naluri aku udah langsung memberontak (mungkin malaikat-malaikat kecil dihatiku pada demo bawa papan tinggalkan jahiliyah…cari yang lain,prioritaskan keamanan agama. Hehehe). Alhamdulillah training hanya sampai jam makan siang so I’m free yeeay…..pulang.
Aku selalu mengingat kisah marwah dimana dia mempertahankan hijabnya meski nyawa taruhannya. Sehingga aku berfikir begitu bodohnya aku yang hanya karena materi harus melepas hijab dan menjadi jilboobers lagi. Gimana aku bisa cepat meraih hidayah??!!!! Bathinku lagi. Flashback masa-masa evolusi berhijab aku. Dan semakin aku mantapkan hati untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.
Mengutip lagu Hijab I’m in Love Oki Setiana dewi & Nindy adiknya

Ketika mengenalmu hati selalu bertanya sudah siapkah aku
Akhirnya ku mengerti ku telah jatuh hati
Dan menghijablan diri
Indahnya…oh teduhnya
Cantikkan hariku
……
Semenjak bersamamu kau hiasi hariku
Ceriakan selalu
Takkan kulepas lagi karena kau telah menjadi
Bagian dari hidupku


 
Ketika ketenangan itu ada dan sudah bersemayam dalam hati apakah kita bisa rela ketenangan tersebut dijajah. Pastinya tidak akan pernah rela kan…begitu juga dengan berhijab. Dimana berhijab itu merupakan perintah dari Allah. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut :
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin. “Hendaklah mereka menutup jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah  untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu . dan Allah Maha pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S Al-Azhab : 59)
“Wahai anak cucu Adam! Sesunguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka mengingat.”
(Q.S Al-Araf : 26)


Lalu…apakah demi materi kita rela melepaskan pakaian kita. Bagi aku tidak, karena ketika aku memulai berhijab dengan sendirinya hati aku pun mulai terhijabi. Makanya,aku kurang setuju ketika seorang perempuan berucap “jilbabi hati dulu baru jilbabi fisik”. Itu adalah salah, karena dengan berhijab maka “nur” cahaya dalam hati kita akan semakin terang dan hati pun perlahan terhijabi. Memang tidak mudah dan instant bisa langsung secara syar’i,meskipun ada juga yang berhijrah kaffah,menyeluruh karena telah mendapat hidayahNya. Semua memerlukan proses, bertahap karena evolusi saja tidak secara langsung melainkan butuh waktu bertahun-tahun. Begitu juga dengan evolusi hati kita, hijab kita. Disaat sekarang kita masih belum syar’i dalam berhijab tapi insya allah ketika evolusi ataupun revolusi hati meledak kita pasti bisa sederhana dalam berhijab. Karena hijab itu sederhana. Hijab I’m in love……