Move On artinya berpindah namun
saat ini lebih diartikan berpindah hati atau suasana dari sesuatu yang lama
atau masa lalu menuju ke depan untuk masa depan. Move on memang mudah sekali
untuk diucapkan namun teramat sulit dipraktikkan jika tanpa disertai do’a dan
keikhlasan. Sebenarnya sih mudah saja untuk melakukan Move on jika kita selalu melibatkan Allah SWT dalam hal apa pun.
Kuncinya adalah ikhlas dan untuk meraih ikhlas itu adalah dengan selalu
mendekatkan diri kepada sang pemilik hati yaitu Allah Azza wa Jalla dan
janganlah lelah untuk terus berkhalwat baik 5 waktu terkhusus di sepertiga
malam-Nya. Karena kalau kita sudah ikhlas akan ketetapan-Nya seperti Bara’ah Insya
Allah kita pun dengan mudah untuk bisa move
on. Pasca move on jangan sampai
terlena karena merasa kita sudah bisa move
on namun bukan berarti kita sudah merdeka loh….
Ujian terberat bagi sang moveoner adalah ketika dia dihadapkan
kembali akan seseorang tersebut sehingga mulai kembali loading akan
kenangan-kenangan yang pernah ada dalam kehidupan mereka yang silam. Maka dari
itu, teruslah berjuang untuk menjadikan kenangan yang pernah ada itu sebagai
sahabat bukan kenangan terindah jadi bukan indahnya saja yang ada dalam benak
kita melainkan pelajaran yang ada dalam masa itu sehingga muncullah hikmah. Mulai
dari sekarang sambutlah seseorang yang mulai mengetuk hati dan hadir dalam
kehidupan kita sebagai amanah. Dimana kita wajib menjaga amanah tersebut dengan
baik dan jika suatu saat memang Allah berkehendak lain yaitu tidak menjadikan ‘aku’
dan ‘kamu’ sebagai ‘KITA’ maka tidak akan ada rasa sakit yang berlebih. Kalaupun
sakit yaah palingan juga seperti kita periksa golongan darah saja, hanya nyeri
sedikit pas ditusuk jarum untuk diambil sample
darahnya dan esoknya pun sudah berlalu. Dan ketika pergi menjadi hikmah buat
kehidupan kita kedepan. Itulah yang perlu dilakukan setelah pasca Move On. Selama ini kita masih belum
mengenal betul apa itu cinta sehingga sering sekali dibuat terlena karenanya
yang hanyalah emosi sesaat. Jadikanlah masa lalu sebagai pembelajaran sehingga
kita tidak akan terjatuh ke lubang yang sama. Cinta itu fitrah, cinta itu
anugerah…lalu kenapa kita mengotorinya dengan hal-hal yang tidak diridhoi
Allah. Sedih bahkan menangis karena cinta itu manusiawi, karena Rasulullah sendiri
sempat merasakan kesedihan yang mendalam disaat ditinggal pergi istri tercintanya
untuk selama-lamanya yaitu Siti Khadijah. Yang akhirnya Allah menghibur beliau
dengan melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj agar hatinya terhibur dan bersegera move on maksimal dan ingat akan tugas
utamanya yaitu berdakwah.
Jika memang refreshing sangat diperlukan dalam pasca
move on kenapa tidak kita lakukan?? Dan
lebih baik lagi kalau kita melakukan baksos atau kegiatan-kegiatan yang lebih
bermanfaat,semisal makan bersama atau sekedar berkunjung ke anak yatim piatu
atau panti asuhan lainnya. Sehingga kita akan merasa sadar bahwa mereka kuat
dalam menghadapi ketetapan Allah…lantas apakah kita melemah begitu saja karena
seseorang yang belum tentu juga dia adalah jodoh yang tertulis di Lauh Mahfudz
kita. Dan itu sangat…sangat…merugikan buat diri kita sendiri. Manfaatkan waktu
pasca move on itu dengan berhijrah….menjadi
manusia yang bermanfaat…menjadi pribadi yang kuat. Karena Allah jauh lebih mengetahui
dari hamba-Nya.
Move on yess!! Pasca move on always istiqomah hijrah ^ _ *
Keep hamasah…