Ketika mendengarkan kisah ini dari ustadz
Syam di islam itu indah pada session Kisah Inspiratif (kalo ustadzah Oki dengan
Kisah Teladan ^ _ ^ ). Pada pagi itu temanya adalah tentang pernikahan#jodoh
gak kemana. Bener-bener inspiratif banget dah cerita mengenai pemuda buta yang
fakir namun sholeh dan belum menikah juga bahkan kedua orang tuanya serasa malu
untuk menikahkan anaknya yang buta itu ditambah pula dengan keadaan mereka yang
fakir.
“dia seorang pemuda yang menghafal Al-Qur’an,
tumbuh sebagai orang yang sholeh dan taat kepada Allah, menundukan pandangan
dari hal-hal haram.”
Syekh bertanya kepada pemuda buta itu,
“Wahai anakku, kenapa kamu belum menikah?
Bahagiakan hidupmu dan mintalah pada Allah.” Kebiasaan orang Arab memanggil
anak orang lain/yang lebih muda dengan panggilan “ya walady”.
Pemuda itu kemudian menjawab,
“wahai Syekh, bagaimana saya bisa menikah,
saya orang yang sangat fakir, kedua orang tua pun fakir, tidak ada yang lebih
fakir melebihi kefakiran keluarga saya. Saya terlahir sebagai orang buta, pendek lagi fakir memiliki banyak cacat. Sifat-sifat indah dan gagah yang
diidamkan setiap wanita tidak ada dalam diri saya. Siapa yang mau menikah
dengan orang seperti saya.”
“Sungguh hati ini sangat rindu ingin
menikah, harapan begitu besar ingin membangun rumah tangga. Karena itu, keinginan
untuk menikah terkadang hilang. Tapi, kepada Allah lah saya mengadu atas
keadaan yang menyedihkan ini.”
“Kemudian saya datang pada orang tua saya,
dan berkata, wahai ayah saya ingin menikah. Ayah saya kemudian tertawa
mendengar keinginan saya untuk menikah. Ayah berkata, apa kamu gila nak, siapa
yang mau menikah denganmu, pertama kamu itu buta, kedua, kita ini orang fakir
yang tidak memiliki apa-apa, maka hargailah dirimu sendiri.”
Kenapa kau tidak mencoba bilang ke ibumu,
ibu mempunyai rasa kasih melebihi seorang ayah, kata Syekh lagi
“medapat jawaban seperti itu, saya
mendatangi ibu, hampir-hampir mata ingin menangis dan tidak mampu menahannya.
Saya berharap ibu memberikan harapan dan tidak memberikan jawaban yang sama.
Tapi ternyata ibu mengatakan persis seperti kata ayah.”
Ibu menjawab, wahai anakku…apakah kamu
telah kehilangan akal, kamu mau menikah? Dari mana mendapatkan uang untuk biaya
pernikahan sedang kita sendiri sangat membutuhkannya. Para penagih hutang
datang ke rumah kita siang dan malam.”
Selama beberapa hari pemuda ini terus
meminta persetujuan dari orang tuanya, tapi rasa putus asa sudah menghampiri
ibu dan ayahnya. Merasa tidak mendapatkan jalan keluar dari orang tuanya, dia
mengadu kepada Allah SWT. Dia sadar, kenapa tidak meminta pada Allah yang Maha
Mampu sedang orangtuaku tidak mampu, kenapa tidak meminta kepada Allah yang
Maha Penyayang, pemuda itu kemudian shalat dan berdo’a pada Allah.
“Wahai Tuhanku, mereka bilang kalau aku ini
fakir, sedang Engkaulah yang menjadikan hamba fakir.”
Mereka bilang aku buta, sedang Engkaulah
yang menjadikan hamba buta. Mereka bilang kalau aku cacat, Engkaulah yang
menciptakan rupaku seperti ini.”
“Ya Allah Ya Tuhanku yang tidak ada Tuhan
selain Engkau, kau mengetahui keadaan hambamu ini, sangat ingin menikah tapi
tidak menemukan jalan dan cara karena kelemahan hamba, berikanlah aku istri
yang sholeha lagi penuh berkah, yang bisa menenangkan jiwa ini.”
Kedua mata pemuda itu menangis tersedu-sedu
dihadapan Tuhannya yang Maha Mulia. Allah sangat malu kepada hamba-Nya yang
meminta dengan tulus. Dialah Allah yang Maha Penyayang terhadap orang yang
beriman. Allah mendengar rintihan hati hamba-Nya.
Karena ngantuk, pemuda ini kemudian
tertidur, dan mendapatkan mimpi yang indah. Dia bermimpi ada di suatu tempat
yang sangat panas, seakan api menyala-nyala. Setelah itu sebuah kemah turun di
atasnya, kemah yang sangat indah menutupi pandangan mata di atasnya, seketika
hawa berubah menjadi dingin.
Dia tidak mampu menahan rasa dingin itu,
kemudian terbangun karena kedinginan padahal sebelumnya merasa sangat panas.
Pemuda ini tersenyum mendapatkan mimpi itu. Kemudian datang pada salah seorang
Syekh yang pintar menakwilkan mimpi. Dia menceritakan mimpinya dan bertanya apa
arti mimpi.
Orang yang didatanginya itu kemudian
berkata,
“Wahai anakku,apakah kamu sudah menikah
atau belum?”
“Wallahi saya belum menikah.” Jawab pemuda
buta itu
“Kenapa kamu belum menikah?”
“Siapa yang sudi menikah dengan saya, kau
sudah tau keadaanku yang buta dan fakir.”
“Wahai anakku, apakah tadi malam kamu
mengetuk pintu-pintu Allah?”
“Benar, tadi malam saya berdo’a meminta
pada Allah dengan sungguh.”
“Kalau begitu, pergilah cari wanita yang
paling cantik menurutmu kemudian lamar, karena sesunguhnya pintu itu sudah
terbuka untukmu. Allah akan memberikanmu jalan yang mudah, siapkan dirimu
dengan baik, pergilah dan jangan merendahkan diri sendiri dengan mengatakan
kamu buta, fakir dan lainnya.”
Pemuda itu kemudian berpikir sejenak siapa
wanita paling cantik yang ia ketahui, dia tidak mengingat kecuali satu wanita
dari keluarga yang paling mulia dan kaya di daerahnya. Seorang wanita cantik
dan mulia.
Dia meminta kepada Ayahnya agar mau
melamarkan gadis cantik itu untuknya, tapi ayahnya menolak dan malu, karena
keadaan anaknya dan keluarga yang sangat miskin. Malu melamar gadis cantik dari
keluarga kaya dan mulia, bagi ayahnya itu mustahil.
Pemuda yang berumur 24 tahun ini akhirnya
pergi seorang diri ke rumah gadis cantik yang dia inginkan. Dia mengucapkan
salam pada keluarga itu dan dipersilakan masuk. Keluarga gadis itu menyambutnya
dengan hangat dan ramah. Dengan berani dia mengutrakan maksud kedatangannya
hendak melamar putri keluarga kaya itu.
Kemudian dijawab,
“ Kamu menginkan putri saya?”
“Iya pak.”
“Nak,Saya tidak melihat dalam diri kamu
kecuali kebaikan, tidak ada pemuda yang lebih bauk selain kamu. Tapi, saya
harus bertanya dulu pada putri saya.” Kemudian ayah itu masuk menemui putrinya,
dan berkata,
“Wahai putriku, ini ada seorang pemuda
ingin melamarmu, memang benar kalau dia orang yang buta, tapi penghafal
Al-Quran, dadanya penuh dengan Al-Quran. Kalau kamu melihat itu baik maka
tawakkal saja pada Allah.”
Putrinya yang cantik itu menjawab,
“Wahai ayah, aku tidak bisa menolak
permintaanmu, aku hanya akan bertawakkal pada Allah.”
Beberapa minggu kemudian pemuda buta sholeh
itu menikah dengan gadis yang paling cantik dan mulia.
Ketahuilah rahmat Allah sangat luas. Dia telah
memberikanmu begitu banyak kebaikan, lantas kenapa harus putus asa karena
keadaan yang dimata kita buruk. Allah Maha Kaya, mintalah pada Allah. Dialah Allah
yang telar menggerakan hati ayah gadis cantik itu untuk mau menikahkan dia
dngan pemuda buta.
Sesunguhnya Allah memuliakan hamba yang
selalu mengingat Allah dan lisannya basah karena membaca Al-Qur’an.
Referensi:
Islam Itu Indah oleh Ustadz Syam
http://sabayacafe.com