Kamis, 09 Juni 2016

Suami pakaian istri dan Istri pakaian suami

Print Friendly and PDF
Ini sudah yang kesekian kali Ustadzah Oki membawakan dalam kisah teladan. Yaitu kisah tentang menjaga aib masing-masing khususnya istri terhadap suaminya.
Nabi Ibrahim a.s sudah lama tidak bertemu dengan anaknya yaitu nabi Ismail a.s. Suatu hari nabi Ibrahim berkunjung ke rumahnya untuk bertemu dengan nabi Ismail a.s dan didapati istri nabi Ismail a.s yang kemudian mereka bercengkrama.
“wahai…perempuan sholeha, apakah suami ada di rumah?” Tanya nabi Ibrahim a.s ke menantunya yaitu istri nabi Ismail a.s
“wahai bapak tua, suamiku tidak ada di rumah. Dia sedang pergi.” Jawab istri nabi Ismail a.s
“Kalau begitu bisakah kau ceritakan kehidupan kalian.” Tanya nabi Ibrahim a.s
“Wahai…bapak tua, kehidupan kami sangatlah miskin, serba kekurangan. Lihatlah…kami tidak mempunyai apa-apa dan aku menyesal telah menikah dengan suamiku.” Ujar perempuan tersebut.
“Kalau suamimu pulang sampaikan kepadanya, suruh segera ganti palang pintu rumahnya.” Perintah nabi Ibrahim a.s dan kemudian meninggalkan rumah tersebut.
Setelah kepergian nabi Ibrahim a.s tidak berapa lama suami perempuan tersebut yaitu nabi Ismail a.s pulang dan bertanya kepada istrinya.
“Apakah tadi ada tamu untukku?” Tanya nabi Ismail ke istrinya
“Iya. Ada. Seorang bapak yang sudah sangat tua dan dia menanyakan keadaan kita. Aku jawab apa adanya kalo kehidupan kita memanglah miskin dan serba kekurangan.” Jawab istrinya
“Apa dia mengatakan sesuatu?” tanyanya kembali
“dia bilang suruh segera ganti palang pintu rumahmu.” Jawabnya
Nabi Ismail a.s pun mengerti apa maksud dari perkataan ayahnya nabi Ibrahim a.s yaitu agar segera menceraikan istrinya itu.
Beberapa waktu kemudian nabi Ibrahim a.s kembali berkunjung ke rumah nabi Ismail a.s dan kembali tidak mendapati anaknya melainkan seorang perempuan.
“wahai…perempuan sholeha…apakah suamimu ada di rumah?”
“wahai..bapak, suamiku tidak ada di rumah. Beliau sedang pergi untuk mencari nafkah.”jawabnya dengan santun
“kalau begitu bisakah kau ceritakan keadaan rumah kalian?”
“Suamiku adalah orang yang sangat baik. Kehidupan kami sangatlah berkecukupan, dan kami bahagia.” Jawabnya kembali
“Nabi Ibrahim a.s tersenyum kepadanya. Padahal yang dilihat dari rumah tersebut sama saja seperti dahulu tidak ada perubahan apapun didalamnya. Katakan pada suamimu nanti jaga baik-baik palang pintu rumahnya.” Ujar nabi Ibrahim a.s dan pergi meninggalkan rumah perempuan tersebut.
Dan tidak berapa lama suaminya pulang ke rumah.
“Apakah ada tamu untukku tadi?” Tanya nabi Ismail a.s ke istrinya
“Iya. Ada seorang bapak yang datang kemari dan dia bilang jaga palang pintu rumah baik-baik.” Jawabnya

Nabi Ismail a.s pun mengerti apa maksud perkataan ayahnya yaitu agar menjaga istrinya yang sekarang dengan baik karena dia merupakan istri sholeha yang tidak pernah menceritakan keburukan suaminya.
Sudah seharusnya saling menjaga aib masing-masing terutama dalam kehidupan rumah tangga agar senantiasa selalu terjaga kehormatannya.
“Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (Q.S Al Baqarah : 187)

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Tidak ada komentar: