Ini sudah yang kesekian
kali Ustadzah Oki membawakan dalam kisah teladan. Yaitu kisah tentang menjaga
aib masing-masing khususnya istri terhadap suaminya.
Nabi Ibrahim a.s sudah
lama tidak bertemu dengan anaknya yaitu nabi Ismail a.s. Suatu hari nabi Ibrahim
berkunjung ke rumahnya untuk bertemu dengan nabi Ismail a.s dan didapati istri
nabi Ismail a.s yang kemudian mereka bercengkrama.
“wahai…perempuan sholeha,
apakah suami ada di rumah?” Tanya nabi Ibrahim a.s ke menantunya yaitu istri
nabi Ismail a.s
“wahai bapak tua, suamiku
tidak ada di rumah. Dia sedang pergi.” Jawab istri nabi Ismail a.s
“Kalau begitu bisakah kau
ceritakan kehidupan kalian.” Tanya nabi Ibrahim a.s
“Wahai…bapak tua,
kehidupan kami sangatlah miskin, serba kekurangan. Lihatlah…kami tidak
mempunyai apa-apa dan aku menyesal telah menikah dengan suamiku.” Ujar perempuan
tersebut.
“Kalau suamimu pulang
sampaikan kepadanya, suruh segera ganti palang pintu rumahnya.” Perintah nabi
Ibrahim a.s dan kemudian meninggalkan rumah tersebut.
Setelah kepergian nabi
Ibrahim a.s tidak berapa lama suami perempuan tersebut yaitu nabi Ismail a.s
pulang dan bertanya kepada istrinya.
“Apakah tadi ada tamu
untukku?” Tanya nabi Ismail ke istrinya
“Iya. Ada. Seorang bapak
yang sudah sangat tua dan dia menanyakan keadaan kita. Aku jawab apa adanya
kalo kehidupan kita memanglah miskin dan serba kekurangan.” Jawab istrinya
“Apa dia mengatakan
sesuatu?” tanyanya kembali
“dia bilang suruh segera ganti
palang pintu rumahmu.” Jawabnya
Nabi Ismail a.s pun
mengerti apa maksud dari perkataan ayahnya nabi Ibrahim a.s yaitu agar segera
menceraikan istrinya itu.
Beberapa waktu kemudian
nabi Ibrahim a.s kembali berkunjung ke rumah nabi Ismail a.s dan kembali tidak
mendapati anaknya melainkan seorang perempuan.
“wahai…perempuan sholeha…apakah
suamimu ada di rumah?”
“wahai..bapak, suamiku
tidak ada di rumah. Beliau sedang pergi untuk mencari nafkah.”jawabnya dengan
santun
“kalau begitu bisakah kau
ceritakan keadaan rumah kalian?”
“Suamiku adalah orang yang
sangat baik. Kehidupan kami sangatlah berkecukupan, dan kami bahagia.” Jawabnya
kembali
“Nabi Ibrahim a.s tersenyum
kepadanya. Padahal yang dilihat dari rumah tersebut sama saja seperti dahulu
tidak ada perubahan apapun didalamnya. Katakan pada suamimu nanti jaga
baik-baik palang pintu rumahnya.” Ujar nabi Ibrahim a.s dan pergi meninggalkan
rumah perempuan tersebut.
Dan tidak berapa lama
suaminya pulang ke rumah.
“Apakah ada tamu untukku
tadi?” Tanya nabi Ismail a.s ke istrinya
“Iya. Ada seorang bapak
yang datang kemari dan dia bilang jaga palang pintu rumah baik-baik.” Jawabnya
Nabi Ismail a.s pun
mengerti apa maksud perkataan ayahnya yaitu agar menjaga istrinya yang sekarang
dengan baik karena dia merupakan istri sholeha yang tidak pernah menceritakan
keburukan suaminya.
Sudah seharusnya saling
menjaga aib masing-masing terutama dalam kehidupan rumah tangga agar senantiasa
selalu terjaga kehormatannya.
“Mereka (para istri)
adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (Q.S Al Baqarah
: 187)