Dalam kehidupan rumah
tangga seakan yang menjadi momok menyeramkan bagi para istri adalah mertua
terlebih Ibu mertua. Dimana yang seakan berebut perhatian, istri merasa
memiliki suaminya, yang sebenarnya yang berhak atas suami adalah ibu jadi sudah
seharusnya ibu mertua itu ya ibu kita juga.
Ada sebuah kisah sepasang
suami istri yaitu Yazid dan Iruniyah. Setelah menikah Yazid membawanya untuk
tinggal di rumah ibunya dan semenjak itulah mulai ada perselisihan-persilihan
mengenai ibu mertuanya. Hingga pada suatu hari Iruniyah mengadu kepada
suaminya.
“Suamiku, aku tidak betah
tinggal disini. Kita pergi saja darisini….” Pinta istrinya
“Istriku, aku tidak
mungkin pergi dari sini. Ibuku sudah tua renta dan tidak ada yang
merawatnya….hanya akulah yang bisa merawatnya.” Jelasnya
Iruniyah pun diam penuh
kesal dan suatu ketika dia pergi dengan diam-diam ke seorang tabib dan
menceritakan masalahnya.
“Wahai tabib, beri aku
sebuah racun….untuk membunuh ibu mertuaku.aku kesal terhadap ibu mertuaku. Dia
selalu ikut campur dalam rumah tanggaku. Aku ingin dia segera mati agar aku
bisa menjalani kehidupan rumah tanggaku dengan tenang bersama suamiku.”
Sang tabib pun akhirnya
memberikan segelas air dan berkata kepadanya,
“Ini adalah sebuah racun
dan kau harus memberinya setiap hari selama 3bulan. Kau harus memberinya
sendiri dan ingatlah kau harus berlemah lembut terhadapnya agar jika suatu saat
nanti ibu mertuamu mati tidak ada yang mencurigai dan kau turuti semua apa yang
dia inginkan. Mengalahlah terhadapnya agar nanti kau tidak disalahkan. Dan
ingat kau harus melakukannya sendiri. Lakukan perintahku tadi.
“Baik tabib.” Jawab Iruniyah
Iruniyah pun kembali ke
rumah dan melakukan apa yang diperintahkan tabib tersebut. Setiap pagi dia
menaburkan racun ke makanan ibu mertuanya dan dia mengurusi semua keperluannya.
Berlemah lembut dihadapan ibu mertuanya. Hal tersebut berlangsung cukup lama.
Hingga suatu hari dia tidak sengaja mendengar perbincangan Yazid dan ibunya itu
dimana hari itu adalah hari terakhir untuk menaburi racun ke ibu mertuanya.
“Yazid….aku sangat
menyayangi istrimu. Dia adalah perempuan sholeha…dia megurusi semua keperluanku
selama ini.” Ucap ibunya
“Alhamdulillah….” Jawab
Yazid merasa senang
Iruniyah langsung menangis
tesedu dan berlari menuju ke tabib yang dulu dia pernah meminta racun untuk
ibunya.
“Tabib….berikan penawar
racun tersebut. Aku tidak ingin ibu mertuaku mati. Dia sangat menyayangiku
tabib. Aku mohon segeralah kau beri penawarnya.” Pinta Iruniyah sambil
berlinangan air mata
“hahaha…Apa yang kau katakan?”
jawab tabib tersebut sambil tertawa
“Yang aku beri itu
hanyalah air putih biasa bukanlah racun. Fikiran kotormu itulah yang sebenarnya
racun dalam hatimu.” Ucap tabib kembali
Iruniysh pun terus
menangis menyesali apa yang telah dia lakukan dan kemudian kembali ke rumah dan
langsung bersujud ke ibu mertuanya.
“Wahai ibu….maafkanlah
aku. Aku telah berniat meracunimu selama hampir 3bulan ini ibu. Maafkanlah aku
ibu…..” Ucap Iruniyah sambil menangis tersedu
Sang ibu hanya tersenyum
dan memeluknya.
“Ketahuilah! Sesungguhnya di
dalam jasad manusia itu terdapat segumpal daging. Jika baik segumpal daging
itu, akan baiklah jasad keseluruhannya dan jika ia rusak, akan rusaklah jasad
keseluruhannya. Ketahuilah! Segumpal daging yang aku maksudkan itu ialah hati.”
(H.R Bukhari)