Senin, 13 Juni 2016

Alqomah dan Ibunya

Print Friendly and PDF
Alqomah adalah sahabat Rasulullah SAW. Dia seorang yang rajin ibadah shalat, puasa dan sedekah. Namun pada suatu hari dia jatuh sakit dan istrinya menyuruh seseorang memberi kabar kepada Rasulullah SAW tentang keadaan suaminya yang sakit keras dan dalam keadaan sakaratul maut.
Lalu Rasulullah SAW menyuruh Ali, Bilal r.a dan beberapa sahabat lainnya melihat keadaan Alqomah, Alqomah mengalami kesulitan untuk melafalkan “La ilaaha illallah” yang seakan terkunci mulutnya. Merasa khawatir dengan keadaan Alqomah yang parah, mereka menyuruh Bilal untuk memberitahu Rasululah SAW. Maka Bilal pun menceritakan kepada beliau segala hal yang terjadi atas diri Alqomah.
Lalu Rasulullah bertanya kepada Bilal,”Apakah ayah Alqomah masih ada?”
“Tidak ada ya Rasulullah, ayahnya sudah meninggal, tetapi ibunya masih hidup dan sangat tua usianya.” Jawab Bilal
Kemudian Rasulullah SAW berkata lagi, “Pergilah kamu ya Bilal menemui ibunya, sampaikan salamku dan katakana kepadanya kalau ia bisa datang menjumpaiku. Kalau dia tidak bisa berjalan, katkatakanau akan datang ke rumahnya menjumpainya.”
Sebagaimana yang dikatakan Rasulullah SAW,Bilal pun menyampaikan itu pada ibu Alqomah tanpa menambah atau mengurangi.
“Lebih baik aku yang menemui Rasulullah,” ucap Ibu Alqomah
Meski sedikit tertatih-tatih dengan tongkat sebagai penyangga, Ibu Alqomah meneui Rasullah SAW. dia mengulukkan salam dan langsung disambut Rasulullah SAW.
“Jadi..bisakan ibu meneceritakan bagaimana keadaan Alqomah yang sebenarnya? Kenapa dia Nampak kesulitan melafalkan kalimat “Laa ilaaha illallah” padahal setahu saya dia seorang hamba yang rajin lagi taat.” Rasulullah meminta penjelasan.
“Karena aku murka padanya, Rasulullah…” jawab ibu Alqomah
“Adakah alasan kenapa engkau sampai murka?”
Karena Alqomah sudah menyakitiku. Dia lebih mengutamakan istri daripadanya ibunya.
Pada suatu hari dia memberiku baju yang bagus namun kemudian diambilnya kembali dan ditukar dengan yang jelek dengan alas an baju yang bagus itu untuk istrinya.
Ketika aku di rumahnya dan makan makanan yang ada, dia langsung memarahiku,
“Ibu…kenapa engkau makan makanan itu, jangan kau makan ibu, nanti istriku marah.” Ujarnya
Dan suatu saat aku menyuruh seseorang untuk meminta makanan kepadanya karena aku sangat lapar dan tidak ada makanan…lalu apa jawaban dia ya Rasulullah…
“Katakan pada ibuku, aku tidak memiliki apa-apa…aku tidak mempunyai makanan. Itulah yang dia katakana ya Rasulullah….”
“Bagaimana saya tidak merasa sakit hati ya Rasulullah….” Keluhnya sambil menangis
Rasulullah SAW pun mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti. Bahwa yang mengunci lidah Alqomah hingga tidak bisa melafalkan kalimat “Laa ilaaha ilallah” adalah karena murka dari ibunya sendiri.
Kemudian Rasulullah SAW memanggil Bilal. Menyuruh Bilal untuk mengumpulkan kayu sebanyak-banyaknya untuk membakar tubuh Alqomah.
“Ya Rasulullah, kenapa engkau mau membakar putraku di depan mataku? Bagaimana perasaanku nanti?” Tanya ibu Alqomah sedih.
“Wahai ibu Alqomah, sejatinya siksa Allah nanti di akhirat akan lebih kejam. Segala amal yang dilakukannya selama ini tidak dapat diterima oleh Allah karena terhalang akan siksamu. Kebajikan yang dilakukan jadi tidak berguna dan tak bisa membantu selamat dari api neraka.” Rasulullah menjelaskan.
Jika engkau ingin putramu selamat dari api neraka, engkau harus merelakan apa yang telah Alqomah lakukan.”
“Baiklah Rasulullah, aku akan memaafkan putraku. Aku sungguh tak sanggup mengetahui jika anakku akan masuk neraka karena diriku.” Ibu Alqomah berucap sunguh-sungguh.
Rasulullah lalu memerintahkan Bilal untuk mengecek keadaan Alqomah. Memastikan apakah Alqomah sudah bisa melafalkan kalimat “Laa ilaaha illallah” atau belum. Karena jika sang ibu mengatakan semua itu hanya karena malu bukan dari hati maka apapun bisa terjadi.
Namun ternyata Ibu Alqomah sungguh tulus telah memaafkan putranya. Karena ketika Bilal sampai dipintu rumah Alqomah, dia mendengar Alqomah mengucapkan kalimat “Laa ilaaha illallah”.
Bilal lalu masuk dan memberitahu apa yang sebenarnya telah terjadi pada keadaan Bilal itu. Tentang lidah Alqomah yang terkunci tidak bisa mengucapkan kalimat syahadat karena mendapatmurka dari ibunya. Bahwa segala amal yang dilakukan Alqomah tak dapat menolong karena murkanya seorang ibu pada anak.
Dan hari itu setelah ibunya memaafkan Alqomah, dia pun kembali ke rahmatullah. Dia lalu dimandikan, dikafani dan dishalatkan oleh Rasulullah.
Setelah dikuburkan Nabi Muhammad SAW berkata:

“Wahai…sahabat muhajirin dan anshar, siapa yang mengutamakan istrinya daripada ibunya, maka ia terkena laknat Allah, Malaikat dan manusia semuanya, bahkan Allah tidak menerima dari padanya ibadah fardu dan sunatnya. Kecuali jika bertaubat benar-benar kepada Allah dan berbuat baik pada ibunya, dan minta kerelaannya, sebab ridha Allah dikaitkan dengan ridha ibu, dan murkanya juga di dalam murka Allah.”
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Tidak ada komentar: