Dulu ketika aku masih remaja niat
tidak pacaran adalah karena wujud kesetiaanku terhadap my first love yang
hingga sampai aku beranjak dewasa. Meski seringkali tergoda akan manisnya
pacaran yang teman-teman lakukan dan Alhamdulillah aku bertahan terhadap godaan
tersebut(ya iyalah…secara si doi aja nggak tau kalo ada yang setianya tiada
tara nungguin dia dan kita belum dipertemukan lagi. Heheh. Inilah cara Allah
menjagaku). Beberapa kali menjadi tong sampah alias curcol dari sahabat-sahabat
mengenai pacaran yang lebih mirisnya adalah ketika mereka putus. Pas pacaran
aja aku dicuekin,dinomor duakan tapi giliran putus larinya ya ke sahabat-sahabat
juga. Alhamdulillah aku bias menjadi sahabat yang baik meski tlah di duakan
tapi tetep mau dengerin bahkan meres lap air mata dia. Hehehe
Dalam islam sendiri sudah sangat
jelas melarang yang namanya pacaran karna itu mengarah ke zina.
Allah Subhanallahu wa Ta’ala
berfirman
“Dan janganlah kamu mendekati
zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk” (Q.S
Al-Isra : 32)
“Katakanlah kepada orang
laki-laki yang beriman,hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara
kemaluannya,yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S An-nur : 30)
Mendekati saja sudah dilarang
apalagi melakukannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah bersabda :
“Sekali-kali tidak boleh seorang
laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama
mahramnya.” (H.R Al-Bukhari mo.1862 dan muslim no.3259)
Seringkali orang-orang yang menerapkan
pacaran terlebih yang usia matang beralasan untuk menjajaki, mengerti satu sama
lain dan kecocokan. Bukankah hidup itu saling melengkapi kekurangan-kekurangan
yang ada dan perbedaan akan terasa indah bagaikan racikan-racikan bumbu dalam
masakan. Dampak dari pacaran sendiri bagi kita adalah ketika telah berumah tangga ya sekalipun yang
jadi istri/suami pacar terakhirnya. Kalau dalam masa pacaran orang yang menjadi
musuh utama adalah sang mantan bukan gebetan atau orang ketiga,keempat dll.
Begitu juga dalam berkeluarga, ketika salah satu diantara kita berkomunikasi
dengan salah satu mantan meskipun tujuannya sekedar ukhuwah ych tapi tetap aja bisa
menjadi pemicu amarah yang akhirnya manjadi boomerang (harus extra
tawakkal,ikhlas dan bersabar dch) Berdasarkan curcolan dari temen-temen yang
sudah menikah yang menerapkan pacaran, ketika pasangan tersebut ada kekurangan…ada
yang tidak disukai kemudian secara tidak langsung nch akan membandingkan pasangan
dengan sang mantan. Itulah alasan kuatku untuk tidak menerapkan pacaran karena
aku ora sudi dibanding-bandingkan dengan yang lain dan dalam islam sendiri juga
sudah melarang keras PACARAN. So…Say no to date but marriage yes.
Say no to khalwat until akad dan kata koko Felix Y. Siauw mah #udah putusin
aja
^ _ *