Selasa, 05 Mei 2015

Say No to Date.

Print Friendly and PDF


Dulu ketika aku masih remaja niat tidak pacaran adalah karena wujud kesetiaanku terhadap my first love yang hingga sampai aku beranjak dewasa. Meski seringkali tergoda akan manisnya pacaran yang teman-teman lakukan dan Alhamdulillah aku bertahan terhadap godaan tersebut(ya iyalah…secara si doi aja nggak tau kalo ada yang setianya tiada tara nungguin dia dan kita belum dipertemukan lagi. Heheh. Inilah cara Allah menjagaku). Beberapa kali menjadi tong sampah alias curcol dari sahabat-sahabat mengenai pacaran yang lebih mirisnya adalah ketika mereka putus. Pas pacaran aja aku dicuekin,dinomor duakan tapi giliran putus larinya ya ke sahabat-sahabat juga. Alhamdulillah aku bias menjadi sahabat yang baik meski tlah di duakan tapi tetep mau dengerin bahkan meres lap air mata dia. Hehehe
Dalam islam sendiri sudah sangat jelas melarang yang namanya pacaran karna itu mengarah ke zina.
Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk” (Q.S Al-Isra : 32)
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya,yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S An-nur : 30)
Mendekati saja sudah dilarang apalagi melakukannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
“Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (H.R Al-Bukhari mo.1862 dan muslim no.3259)
Seringkali orang-orang yang menerapkan pacaran terlebih yang usia matang beralasan untuk menjajaki, mengerti satu sama lain dan kecocokan. Bukankah hidup itu saling melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada dan perbedaan akan terasa indah bagaikan racikan-racikan bumbu dalam masakan. Dampak dari pacaran sendiri bagi kita adalah  ketika telah berumah tangga ya sekalipun yang jadi istri/suami pacar terakhirnya. Kalau dalam masa pacaran orang yang menjadi musuh utama adalah sang mantan bukan gebetan atau orang ketiga,keempat dll. Begitu juga dalam berkeluarga, ketika salah satu diantara kita berkomunikasi dengan salah satu mantan meskipun tujuannya sekedar ukhuwah ych tapi tetap aja bisa menjadi pemicu amarah yang akhirnya manjadi boomerang (harus extra tawakkal,ikhlas dan bersabar dch)  Berdasarkan curcolan dari temen-temen yang sudah menikah yang menerapkan pacaran, ketika pasangan tersebut ada kekurangan…ada yang tidak disukai kemudian secara tidak langsung nch akan membandingkan pasangan dengan sang mantan. Itulah alasan kuatku untuk tidak menerapkan pacaran karena aku ora sudi dibanding-bandingkan dengan yang lain dan dalam islam sendiri juga sudah melarang keras PACARAN. So…Say no to date but marriage yes.
Say no to khalwat until akad  dan kata koko Felix Y. Siauw mah #udah putusin aja
^ _ *
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Tidak ada komentar: