Ketika aku sudah memantapkan diri untuk berhijrah secara kafah yang
perlahan dan bertahap maka itu akan menjadi prioritas utamaku. Terkadang aku
merasa jenuh juga mengenai rezeki yang hingga saat ini aku masih belum
mendapatkan pekerjaan. Penolakan pernah berapa kali aku lakukan karena adanya
pendiskriminasian terhadap perempuan yang berhijab terlebih secara syar’i.
memang sih kalo untuk receptionist ya fardhu ‘ain untuk good looking. Namun
sangat disayangkan yang tidak membolehkan berhijab untuk posisi tersebut,
bukankah keramahan dalam berkomunikasi juga merupakan hal yang utama sebagai
receptionist?? Dan memang belum rezeki karena aku tetap mempertahankan jilbabku
ini yang perlahan mulai aku sederhanakan. Aku jadi teringat kisah teladan
ustadzah Oki Setiana Dewi tentang Marwah as-Syarbini, wanita muslim yang
terbunuh karena mengenakan jilbab.
Marwah
as-Syarbini, seorang ibu yang mempunyai seorang anak,sedang mengandungkan tiga
bulan, mati akibat ditikam 18 kali oleh seorang pemuda jerman keturunan Rusia
yang anti islam dan anti muslim. Marwah ditikam di ruang mahkamah kota
Dresden,Jerman sebelum memberi keterangan keatas kesnya. Ia mengadu tentang
seorang pemuda jerman Alex W yang kerap menyebutnya “terroris” hanya disebabkan
beliau berjilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang
Marwah dan berusaha melepaskan jilbab Muslimah berasal dari Mesir itu. Marwah
memenangkan persidangan tersebut atas dasar Hak Asasi Manusia dan atas
kekalahan Alex tersebut disaat berada di
mahkamah itulah, Alex kembali menyerang Marwah, kali ini ia menikam Marwah
berkali-kali hingga Marwah meninggal. Suami Marwah yang berusaha melindungi
isterinya, terkena tembakan pihak berkuasa yang berdalih tidak sengaja menembah
suami Marwah yang kini berada dalam keadaan kritikal di hospital Dresden. Ribuan
penduduk mesir menghantar jenazah Marwah ke tempat pengkebumiaanya. Beliau
tidak sepopular artis tersohor dunia , tetapi pastinya beliau tersohor di
kalangan penduduk langit kerana mempertahankan harga diri, maruah dan agamanya
melalui tudungnya.
Maka
dari itu aku ikhlaskan untuk tidak mengambil pekerjaan tadi dan aku yakin Allah
pasti akan menggantikan yang lebih baik khususnya agamaku. Setelah hampir satu
bulan aku mengapply cv kemana-kemana dengan memprioritaskan yang memperbolehkan
berhijab dan Alhamdulillah kemarin diterima. Hari pertama training dan sekarang
pun juga seharusnya training tapi lagi-lagi aku tidak memiliki kenyamanan di
islamku. Akhirnya yang tadinya mau ke kantor aku jadinya ke perpustakaan UI. Heheh
Kemarin
saat training pertama yang membuat ketidaknyamanan dalam agamaku adalah trainer
tersebut dimana dia masih muda 23tahun, pria tapi koq ya cowometroseksual gitu
yah….Very good looking sampai-sampai tuh bibir warnanya ngalahin lipstick kita
loh. Hahaha…Disitu aku membathin,nggak bermaksud su’udzon atau merasa paling
bagus akhlaqnya tapi sudah pasti perusahaan ini kurang bertoleransi di agama.
Disesi training tema jam kerja, dia juga menceritakan kalau disini setiap sabtu
sering mengadakan futsal(wajarlah) terus yang bikin aku sempet shock yaitu
adanya karaokean free berikut aneka minumannya (udah ketebak dah apa aja tuh
aneka minumannya) setiap malam sabtu sampe larut. Astaghfirullah…dalam hatiku
sebanyak-banyaknya. Udah nggak ada timur-timurnya dah tuh Perusahaan. Untuk
bercandaan di tengah materi juga sungguh kurang sopan menurut aku yang mungkin
bagi mereka itu adalah hal yang biasa. Naluri aku udah langsung memberontak
(mungkin malaikat-malaikat kecil dihatiku pada demo bawa papan tinggalkan jahiliyah…cari
yang lain,prioritaskan keamanan agama. Hehehe). Alhamdulillah training hanya
sampai jam makan siang so I’m free yeeay…..pulang.
Aku
selalu mengingat kisah marwah dimana dia mempertahankan hijabnya meski nyawa
taruhannya. Sehingga aku berfikir begitu bodohnya aku yang hanya karena materi
harus melepas hijab dan menjadi jilboobers lagi. Gimana aku bisa cepat meraih
hidayah??!!!! Bathinku lagi. Flashback masa-masa evolusi berhijab aku. Dan semakin
aku mantapkan hati untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.
Mengutip
lagu Hijab I’m in Love Oki Setiana dewi & Nindy adiknya
Ketika mengenalmu hati selalu bertanya
sudah siapkah aku
Akhirnya ku mengerti ku telah jatuh hati
Dan menghijablan diri
Indahnya…oh teduhnya
Cantikkan hariku
……
Semenjak bersamamu kau hiasi hariku
Ceriakan selalu
Takkan kulepas lagi karena kau telah
menjadi
Bagian dari hidupku
Ketika
ketenangan itu ada dan sudah bersemayam dalam hati apakah kita bisa rela
ketenangan tersebut dijajah. Pastinya tidak akan pernah rela kan…begitu juga
dengan berhijab. Dimana berhijab itu merupakan perintah dari Allah. Sebagaimana
firman Allah SWT sebagai berikut :
“Wahai
Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri
orang Mukmin. “Hendaklah mereka menutup jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”
Yang demikian itu agar mereka lebih mudah
untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu . dan Allah Maha pengampun,
Maha Penyayang.” (Q.S Al-Azhab : 59)
“Wahai
anak cucu Adam! Sesunguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi
auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih
baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka
mengingat.”
(Q.S
Al-Araf : 26)
Lalu…apakah
demi materi kita rela melepaskan pakaian kita. Bagi aku tidak, karena ketika
aku memulai berhijab dengan sendirinya hati aku pun mulai terhijabi.
Makanya,aku kurang setuju ketika seorang perempuan berucap “jilbabi hati dulu
baru jilbabi fisik”. Itu adalah salah, karena dengan berhijab maka “nur” cahaya
dalam hati kita akan semakin terang dan hati pun perlahan terhijabi. Memang
tidak mudah dan instant bisa langsung secara syar’i,meskipun ada juga yang
berhijrah kaffah,menyeluruh karena telah mendapat hidayahNya. Semua memerlukan
proses, bertahap karena evolusi saja tidak secara langsung melainkan butuh
waktu bertahun-tahun. Begitu juga dengan evolusi hati kita, hijab kita. Disaat sekarang
kita masih belum syar’i dalam berhijab tapi insya allah ketika evolusi ataupun
revolusi hati meledak kita pasti bisa sederhana dalam berhijab. Karena hijab
itu sederhana. Hijab I’m in love……