Jumat, 22 Mei 2015

Hijab I'm in Love

Print Friendly and PDF
 Ketika aku sudah memantapkan diri untuk berhijrah secara kafah yang perlahan dan bertahap maka itu akan menjadi prioritas utamaku. Terkadang aku merasa jenuh juga mengenai rezeki yang hingga saat ini aku masih belum mendapatkan pekerjaan. Penolakan pernah berapa kali aku lakukan karena adanya pendiskriminasian terhadap perempuan yang berhijab terlebih secara syar’i. memang sih kalo untuk receptionist ya fardhu ‘ain untuk good looking. Namun sangat disayangkan yang tidak membolehkan berhijab untuk posisi tersebut, bukankah keramahan dalam berkomunikasi juga merupakan hal yang utama sebagai receptionist?? Dan memang belum rezeki karena aku tetap mempertahankan jilbabku ini yang perlahan mulai aku sederhanakan. Aku jadi teringat kisah teladan ustadzah Oki Setiana Dewi tentang Marwah as-Syarbini, wanita muslim yang terbunuh karena mengenakan jilbab.
Marwah as-Syarbini, seorang ibu yang mempunyai seorang anak,sedang mengandungkan tiga bulan, mati akibat ditikam 18 kali oleh seorang pemuda jerman keturunan Rusia yang anti islam dan anti muslim. Marwah ditikam di ruang mahkamah kota Dresden,Jerman sebelum memberi keterangan keatas kesnya. Ia mengadu tentang seorang pemuda jerman Alex W yang kerap menyebutnya “terroris” hanya disebabkan beliau berjilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwah dan berusaha melepaskan jilbab Muslimah berasal dari Mesir itu. Marwah memenangkan persidangan tersebut atas dasar Hak Asasi Manusia dan atas kekalahan Alex tersebut  disaat berada di mahkamah itulah, Alex kembali menyerang Marwah, kali ini ia menikam Marwah berkali-kali hingga Marwah meninggal. Suami Marwah yang berusaha melindungi isterinya, terkena tembakan pihak berkuasa yang berdalih tidak sengaja menembah suami Marwah yang kini berada dalam keadaan kritikal di hospital Dresden. Ribuan penduduk mesir menghantar jenazah Marwah ke tempat pengkebumiaanya. Beliau tidak sepopular artis tersohor dunia , tetapi pastinya beliau tersohor di kalangan penduduk langit kerana mempertahankan harga diri, maruah dan agamanya melalui tudungnya.
Maka dari itu aku ikhlaskan untuk tidak mengambil pekerjaan tadi dan aku yakin Allah pasti akan menggantikan yang lebih baik khususnya agamaku. Setelah hampir satu bulan aku mengapply cv kemana-kemana dengan memprioritaskan yang memperbolehkan berhijab dan Alhamdulillah kemarin diterima. Hari pertama training dan sekarang pun juga seharusnya training tapi lagi-lagi aku tidak memiliki kenyamanan di islamku. Akhirnya yang tadinya mau ke kantor aku jadinya ke perpustakaan UI. Heheh 

Kemarin saat training pertama yang membuat ketidaknyamanan dalam agamaku adalah trainer tersebut dimana dia masih muda 23tahun, pria tapi koq ya cowometroseksual gitu yah….Very good looking sampai-sampai tuh bibir warnanya ngalahin lipstick kita loh. Hahaha…Disitu aku membathin,nggak bermaksud su’udzon atau merasa paling bagus akhlaqnya tapi sudah pasti perusahaan ini kurang bertoleransi di agama. Disesi training tema jam kerja, dia juga menceritakan kalau disini setiap sabtu sering mengadakan futsal(wajarlah) terus yang bikin aku sempet shock yaitu adanya karaokean free berikut aneka minumannya (udah ketebak dah apa aja tuh aneka minumannya) setiap malam sabtu sampe larut. Astaghfirullah…dalam hatiku sebanyak-banyaknya. Udah nggak ada timur-timurnya dah tuh Perusahaan. Untuk bercandaan di tengah materi juga sungguh kurang sopan menurut aku yang mungkin bagi mereka itu adalah hal yang biasa. Naluri aku udah langsung memberontak (mungkin malaikat-malaikat kecil dihatiku pada demo bawa papan tinggalkan jahiliyah…cari yang lain,prioritaskan keamanan agama. Hehehe). Alhamdulillah training hanya sampai jam makan siang so I’m free yeeay…..pulang.
Aku selalu mengingat kisah marwah dimana dia mempertahankan hijabnya meski nyawa taruhannya. Sehingga aku berfikir begitu bodohnya aku yang hanya karena materi harus melepas hijab dan menjadi jilboobers lagi. Gimana aku bisa cepat meraih hidayah??!!!! Bathinku lagi. Flashback masa-masa evolusi berhijab aku. Dan semakin aku mantapkan hati untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.
Mengutip lagu Hijab I’m in Love Oki Setiana dewi & Nindy adiknya

Ketika mengenalmu hati selalu bertanya sudah siapkah aku
Akhirnya ku mengerti ku telah jatuh hati
Dan menghijablan diri
Indahnya…oh teduhnya
Cantikkan hariku
……
Semenjak bersamamu kau hiasi hariku
Ceriakan selalu
Takkan kulepas lagi karena kau telah menjadi
Bagian dari hidupku


 
Ketika ketenangan itu ada dan sudah bersemayam dalam hati apakah kita bisa rela ketenangan tersebut dijajah. Pastinya tidak akan pernah rela kan…begitu juga dengan berhijab. Dimana berhijab itu merupakan perintah dari Allah. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut :
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin. “Hendaklah mereka menutup jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah  untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu . dan Allah Maha pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S Al-Azhab : 59)
“Wahai anak cucu Adam! Sesunguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka mengingat.”
(Q.S Al-Araf : 26)


Lalu…apakah demi materi kita rela melepaskan pakaian kita. Bagi aku tidak, karena ketika aku memulai berhijab dengan sendirinya hati aku pun mulai terhijabi. Makanya,aku kurang setuju ketika seorang perempuan berucap “jilbabi hati dulu baru jilbabi fisik”. Itu adalah salah, karena dengan berhijab maka “nur” cahaya dalam hati kita akan semakin terang dan hati pun perlahan terhijabi. Memang tidak mudah dan instant bisa langsung secara syar’i,meskipun ada juga yang berhijrah kaffah,menyeluruh karena telah mendapat hidayahNya. Semua memerlukan proses, bertahap karena evolusi saja tidak secara langsung melainkan butuh waktu bertahun-tahun. Begitu juga dengan evolusi hati kita, hijab kita. Disaat sekarang kita masih belum syar’i dalam berhijab tapi insya allah ketika evolusi ataupun revolusi hati meledak kita pasti bisa sederhana dalam berhijab. Karena hijab itu sederhana. Hijab I’m in love……
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Tidak ada komentar: