Kala hadirmu yang damaikan hati
Dikala sepi
terus memeluk erat diriku
Seakan tak ingin melepas
Dirimu bagaikan cahaya kala gelapku
Yang tengah tersesat dalam hutan sunyi
Adamu bukan inginku
Dan ketiadaanmu bukan mauku
Semua seakan seperti air
Yang mengalir meski hanya melewati celah
yang sedikit
Sempat ada rasa ingin kumemuji
Tapi hanyalah sekedar pujian yang sopan
Karna kau lebih indah darinya
Dari dia yang membuatku terus bertahan
Akan kesendirian
Hingga aku semakin mengenal cinta yang
sesungguhnya
Cinta karenaNYA
Dan kau datang membenarkan semua
Dari apa yang ku salah menjadi benar
Perlahan tanpa ku sadari
Kau mendewasakanku dengan tutur lembutmu
Hanyalah do’a aku berkasih
Takkan lelah ku bermuhasabah dihadapanNYA
Agar aku slalu menepis semua rasa yang ada
Yang kini mulai merasuk menusuk hatiku
Namun aku tak ingin hingga slalu menepis
Agar persahabatan ini tak ternoda
Hanya karena emosi sesaat
Yang menyesat penuh sesal
Kau adalah noer
Yang menjelma pada gelapku
Hingga cukup hati ini saja yang tau
Sebesar apa aku mengagumimu
Yang aku pun belum pernah tau
Apakah akan berakhir dengan cinta
Namun terlalu lemah diri ini untuk
mengakuinya
Karna aku hanyalah debu
Yang tak terlihat dan tak berarti
Tak seperti intan yang sering nampak dihadapanmu
Semoga kita dapat dipertemukan dalam surgaNya
Yang tak terlihat dan tak berarti
Tak seperti intan yang sering nampak dihadapanmu
Semoga kita dapat dipertemukan dalam surgaNya