Entah berapa kali cerita ini diulang-ulang oleh
Ustadzah Oki Setiana Dewi dan aku juga pertama kali tau dari beliau yang
akhhirnya jadi pengen ngeshare juga meski copas dari kisah inspiratif islami
grup IHQ. Hehehe
π»Kisah ini terjadi pada
diri Rasulullah SAW sebelum meninggalπ»
π Rasulullah SAW telah
jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.
Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua
sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah masjid dengan para
sahabat. Semuanya merasa rindu setelah
agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW. Beliau duduk dengan
lemah di atas mimbar.
π Wajahnya terlihat pucat,
menahan sakit yang tengah dideritanya.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku
sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya
Tuhan yang layak di sembah?"
π Semua sahabat menjawab
dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan
kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak
disembah."
π Kemudian Rasulullah SAW
bersabda : "Persaksikanlah Ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan
amanah ini kepada mereka."
π Kemudian Rasulullah
bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh
para sahabat.
π Akhirnya sampailah
kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya, aku akan pergi
menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan
dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.
Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan
manusia."
π Ketika itu semua sahabat
diam, dan dalam hati masing-masing berkata :
"Mana ada Rasullullah SAW berhutang kepada kita? Kamilah yang
banyak berhutang kepada Rasulullah".
π Rasulullah SAW
mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali. Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang
bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sebelun masuk Islam, dia
berkata:
"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku
minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau
berbuat apa-apa".
π Rasulullah SAW berkata:
"Sampaikanlah wahai Ukasyah".
Maka Ukasyah pun mulai bercerita: "Aku masih ingat
ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau
pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada
belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri
di belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah".
π Mendengar itu,
Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah.
Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."
Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau
begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."
π Ukasyah seakan-akan
tidak merasa bersalah mengatakan demikian. Sedangkan ketika itu sebagian
sahabat berteriak marah pada Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan
Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"
Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.
π Rasulullah SAW meminta
Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah. Bilal meminta cambuk itu dari
Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk
ini wahai Bilal?"
Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan
digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah"
Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata: "Kenapa Ukasyah hendak memukul ayahku
Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau memukul, pukullah aku anaknya".
Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara
mereka berdua".
π Bilal membawa cambuk
tersebut ke Masjid lalu diberikan kpd Ukasyah. Setelah mengambil cambuk,
Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.
Tiba-tiba Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang
yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Akulah
sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah
aku".
Rasulullah SAW berkata: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini
urusan antara aku dengan Ukasyah".
πUkasyah menuju kehadapan
Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:
"Ukasyah..! kalau engkau mau memukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak
suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu
dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyakiti Rasulullah.
Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."
Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Umar.
Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
π Ukasyah menuju kehadapan
Rasulullah, tiba-tiba berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu
Rasulullah SAW. Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah
aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah"
Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Ali,
ini urusan antara aku dengan Ukasyah" .
Ukasyah semakin dekat dengan Rasulullah.
π Tiba-tiba tanpa
disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW, yaitu Hasan dan
Husen. Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon : "Wahai
Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai
Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami
sesungguhnya itu sama dengan menyakiti kakek kami, wahai Paman."
Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu-cucu
kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah".
π Begitu sampai di tangga
mimbar, dengan lantang Ukasyah berkata: "Bagaimana aku mau memukul engkau
Ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku
pukul, maka turunlah ke bawah sini."
π Rasulullah SAW memang
manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke
bawah.
Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara
tegas Ukasyah berkata lagi: "Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak
memakai baju, Ya Rasulullah"
π Para sahabat sangat
geram mendengar perkataan Ukasyah. Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah,
Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat
indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah
sedang menahan lapar.
Kemudian Rasulullah SAW berkata: "Wahai Ukasyah,
segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Allah akan murka
padamu."
π Ukasyah langsung
menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh
kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis
sejadi-jadinya
Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan
aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau Ya Rasulullah."
"Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan
tubuhku dengan tubuhmu. Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu. Karena
sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan
sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku Ya Rasulullah..."
π Rasulullah SAW dengan
senyum berkata: "Wahai sahabat-sahabat semua, kalau kalian ingin melihat
ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"
Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.
Meski sudah sering membaca dan mendengar kisah ini
berulang-ulang, tetap saja aku
menangis.
Semoga tetesan air mata ini membuktikan kecintaan kita
kepada kekasih Allah SWT....
ππΉAllahumma sholli
'alaa Muhammad. Allahumma sholli 'alayhi Wassalam