Lagi-lagi nch tau kisah menarik dari
Kisah teladan Ustadzah Oki yang Subhanallah…Masya allah bagusnya kisah
tersebut. Pemuda Berbau Kesturi…
Kesturi merupakan salah satu minyak
wangi yang paling harum bahkan parfum kesukaan Rasulullah SAW. Jika ada pemuda
yang wanginya kesturi berarti udah pasti penuda axe kalah wangi dengannya.
Hehehe… Tapi emang kesturi enak sih wanginya karena aku juga pake untuk
campuran celak itsmid karena bisa buat jernihin putih mata. Nah berikut
Kistelnya….
Ada seorang pemuda (Al-Miski) yang
perkerjaannya menjual kain. Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan
berkeliling dari rumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini dikenal dengan nama
“Faraqna” oleh orang-orang. Walaupun pekerjaannya sebagai pedagang, tetapi
pemuda ini sa-ngat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yang melihat pasti
menyenanginya.
Pada suatu hari, saat dia berkeliling
melewati jalan-jalan besar, gang-gang kecil dan rumah-rumah penduduk sambil
berteriak menawarkan dagangannya: “faraqna-faraqna”, tiba-tiba ada seorang
wanita yang melihatnya. Si wanita itu memanggil dan dia pun menghampirinya. Dia
dipersila-kan masuk ke dalam rumah. Di sini si wanita terpesona melihat
ketampanannya dan tumbuhlah rasa cinta yang begitu besar dalam hatinya. Lalu si
wanita ini berkata: “Aku memanggilmu tidak untuk membeli daganganmu., tetapi
aku memanggilmu karena kecintaanku kepadamu. Dan di rumah ini sekarang sedang
kosong.” Selanjutnya, si wanita ini membujuk dan merayunya agar mau berbuat
‘sesuatu’ dengan dirinya. Pemuda itu menolak, bahkan dia mengingatkan si wanita
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menakut-nakutinya dengan azab yang pedih
di sisiNya. Tetapi sayang, nasihat itu tidak membuahkan hasil apa-apa, bahkan
sebaliknya, si wanita menjadi tambah ber-hasrat. Dan memang biasa, orang itu
senang dan penasaran dengan hal-hal yang dilarang…
Akhirnya, karena si pemuda ini tidak
mau melakukan yang haram, si wanita malah mengancam, katanya: “Bila engkau
tidak mau menuruti perintahku, aku akan berteriak kepada semua orang dan aku
akan katakan kepada mereka, bahwa engkau telah masuk ke dalam rumahku dan ingin
merenggut kesucianku. Dan mereka akan mempercayaiku karena engkau telah berada
dalam rumahku, dan sama sekali mereka tidak akan mencurigaiku.” Setelah si pemuda
itu melihat betapa si wanita itu terlalu memaksanya untuk mengikuti
keinginannya berbuat dosa, akhirnya dia berkata: “Baiklah, tapi apakah engkau
mengizinkan aku untuk ke kamar mandi agar bisa membersihkan diri dulu?” Betapa
gembiranya si wanita mendengar jawaban ini, dia mengira bahwa keinginannya
sebentar lagi akan terpenuhi. Dengan penuh semangat dia menjawab: “Bagaimana
tidak wahai kekasih dan buah hatiku, ini adalah sebuah ide yang bagus.”
Kemudian masuklah si pemuda ke kamar
mandi, sementara tubuhnya gemetar karena takut dirinya terjerumus dalam
kubangan maksiat. Sebab, wanita itu adalah perangkap syaitan dan tidak ada
seorang laki-laki yang menyendiri bersama seorang wanita kecuali syaitan akan
menjadi pihak ketiga. “Ya Allah, apa yang harus aku perbuat. Berilah aku
petunjukMu, wahai Dzat yang dapat memberi petunjuk bagi orang-orang yang
kebingungan.”
Tiba-tiba, timbullah ide dalam
benaknya. “Aku tahu benar, bahwa termasuk salah satu kelompok yang akan
dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari yang tidak ada naungan saat itu
kecuali naunganNya adalah seorang laki-laki yang diajak berbuat mesum oleh
wanita yang mempunyai kedudukan tinggi dan wajah yang cantik, kemudian dia
berkata: ‘Aku takut kepada Allah.’ Dan aku yakin bahwa orang yang meninggalkan
sesuatu karena takut kepadaNya, pasti akan mendapat ganti yang lebih baik… dan
seringkali satu keinginan syahwat itu akan melahirkan penyesalan seumur hidup…
Apa yang akan aku dapatkan dari perbuatan maksiat ini selain Allah akan
mengangkat cahaya dan nikmatnya iman dari hatiku… Tidak… tidak … Aku tidak akan
mengerjakan perbuatan yang haram… Tetapi, apa yang harus aku kerjakan. Apakah
aku harus melemparkan diri dari jendela ini? Tidak bisa, jendela itu tertutup
rapat dan sulit dibuka. Kalau begitu, aku akan mengolesi tubuhku dengan
kotoran-kotoran yang ada di WC ini, dengan harapan, bila nanti dia melihatku
dalam keadaan begini, dia akan jijik dan akan membiarkanku pergi.”
Ternyata memang benar, ide yang
terakhir ini yang dia jalankan. Dia mulai mengolesi tubuhnya dengan
kotoran-kotoran yang ada di situ. Memang menjijikkan. Setelah itu dia menangis
dan berkata: “Ya Rabbi, hai Tuhanku, perasaan takutku kepadaMu itulah yang
mendorongku melakukan hal ini. Oleh karena itu, karuniakan untukku ‘kebaikan’ sebagai
gantinya.” Kemudian dia keluar dari kamar mandi, tatkala melihatnya dalam
keadaan demikian, si wanita itu berteriak: “Keluar kau, hai orang gila!” Dia
pun cepat-cepat keluar dengan perasaan takut diketahui orang-orang, jika mereka
tahu, pasti akan berkomentar macam-macam tentang dirinya. Dia mengambil
barang-barang dagangannya kemudian pergi berlalu, sementara orang-orang yang di
jalan tertawa melihatnya. Akhirnya dia tiba di rumahnya, di situ dia bernafas
lega. Lalu menanggalkan pakaiannya, masuk kamar mandi dan mandi membersihkan
tubuhnya dengan sebersih-bersihnya.
Kemudian apa yang terjadi? Adakah Allah
akan membiarkan hamba dan waliNya begitu saja? Tidak… Ternyata, ketika dia
keluar dari kamar mandi, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan untuknya sebuah
karunia yang besar, yang tetap melekat di tubuhnya sampai dia meninggal dunia,
bahkan sampai setelah dia meninggal. Allah telah memberikan untuknya aroma yang
harum semerbak yang tercium dari tubuhnya. Semua orang dapat mencium aroma
tersebut dari jarak beberapa meter. Sampai akhirnya dia mendapat julukan
“al-miski” (yang harum seperti kasturi). Subhanallah, memang benar, Allah telah
memberikan untuknya sebagai ganti dari bau kotoran yang dapat hilang dalam
sekejap dengan aroma wangi yang dapat tercium sepanjang masa. Ketika pemuda ini
meninggal dan dikuburkan, mereka tulis di atas kuburannya “Ini kuburan
Al-Misky”, dan banyak orang yang menziarahinya.
Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta’ala
tidak akan membiarkan hambaNya yang shalih begitu saja, tapi Allah Subhanahu wa
Ta’ala akan selalu membelanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membela
orang-orang yang beriman, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam hadits
QudsiNya:
“Bila dia (hamba) memohon kepadaKu, pasti akan Aku beri. Mana orang-orang yang ingin memohon?!”
“Bila dia (hamba) memohon kepadaKu, pasti akan Aku beri. Mana orang-orang yang ingin memohon?!”
“Setiap sesuatu yang engkau tinggalkan, pasti ada ganti-nya. Begitu pula larangan yang datang dari Allah, bila engkau tinggalkan, akan ada ganjaran sebagai pengganti-nya.”
Reference :