Selasa, 09 Desember 2014

LUKA

Print Friendly and PDF
Semakin menjadi luka ini
tersakiti oleh emosi
yang seharusnya tak terjadi
benteng yang tlah kubangun
dengan penuh tegar sedari dulu
tapi kini runtuh sudah
hanya karna sebuah emosi
tak ada cerita
dan tak seharusnya pula ada cerita
semua bagaikan air
seperti pelakon diatas panggung teather
mengikuti apa yang ada pada skenario
skenario penuh misteri
hanya DIA yang tahu
kita hanya memerankan saja
aku kini terpenjara
dalam ruji penuh sesal
haruskah aku menyesal?
Apa yang aku sesalkan?
Bukan penyesalan mengenal dirimu
melainkan maya yang sepertimu
tak pantas dirimu tuk ku benci
karna kau terlalu indah tuk dibenci
bagai puisi aku
yang kan tetap hidup hingga saat ini
hanyalah ucapan terima kasih
yang dapat kuucap atas luka ini
yang mungkin memang itulah penawar luka ini

 terima kasih
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Tidak ada komentar: